SOLO (7/9/2023), AMUNISI.CO.ID – Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo, Jawa Tengah, bila hari Sabtu, Minggu dan Jumat dikunjungi jamaah mencapai 35.000 orang dalam sehari.

Mereka bukan dari Solo saja, melainkan datang dari daerah lain seperti Yogyakarta, Sragen, Semarang, dan Blora. Bahkan juga dari Jakarta dan dari daerah Jawa Timur.
“Kalau Senin sampai Kamis, biasanya sehari hanya 5.000-an orang saja yang datang kemari,” kata Arif Fatkhan salah seorang petugas masjid ini kepada Amunisi.co.id, Minggu (3/9/2023) yang lalu.
Tanto, 50, dari Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta mengaku sudah dua kali ini datang ke masjid tersebut. “Sekarang saya membawa rombongan dua bus. Seluruh anggotanya 70 orang,” kata Tanto.

Sementara Kirman,74, membawa rombongan pengajian Embun Pagi Godean Yogyakarta sebanyak 300 orang. “Dari Yogya dengan 11 bus dan mobil,” ujar Kirman. Ia mengaku sudah sering ke masjid tersebut sejak dibuka untuk umum 1 Maret 2023.

Lain lagi dengan Utomo Tjokro Atmodjo, 77, dari Sragen. Walaupun dia tinggal hanya 30-an Km dari Solo, namun baru hari itu sempat berkunjung ke masjid yang diresmikan Presiden Jokowi 14 November 2022 yang lalu.
Kakek dari 15 orang cucu ini mengaku ke masjid itu menunggu sahabatnya dari luar kota sekalian mengantarkannya jalan-jalan dan bersilaturahmi ke Sekaran, Kabupaten Klaten.
Begitu pula dengan Bambang Sugiarto, warga Malang teman seangkatan Utomo waktu di SMA Negeri 3 Malang ini, juga baru sekali ke masjid yang menjadi destinasi wisata baru tersebut.
Ternyata mengunjungi masjid seluas 7.800-an m2 di atas lahan lebih 2,6 hektard di Kelurahan Gilingan Kecamatan Banjarsari itu juga diminati Titik Rahayu dan kelompok majelis taklimnya di Surabaya.
“Dari sejak dibuka untuk umum sampai sekarang saya sudah ke masjid Sheikh Zayed itu empat kali,” kata Titik Rahayu yang akrab dipanggil Bu Yayuk itu.
Namun hal sebaliknya dialami oleh Rusfiati Kandi Asworo juga warga Surabaya. “Saya tahun ini sudah dua kali ke sana. Tetapi tak bisa masuk karena kebetulan sedang ditutup,” katanya.
Dari pengamatan Amunisi.co.id, masjid ini memang unik. Di samping bermenara empat dengan tinggi mencapai 90 meter, lokasinya juga berhadapan dan dekat dengan gereja. Suatu simbol adanya toleransi beragama di kota ini.
Keunikan lainnya di sebelah utaranya ada jalan yang dibuat tenggelam yang sering disebut sebagai ‘sunken road’. Jalan ini merupakan jalur lalu lintas yang cukup ramai dari Terminal Bus Tirtonadi ke arah timur yaitu Karanganyar, Sragen dan Madiun. (PRI)




