JAKARTA (01/07/2025), AMUNISI.CO.ID – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi, mengapresiasi sejumlah capaian Polri dalam peringatan HUT ke-79 Bhayangkara, terutama dalam pengungkapan kasus perdagangan orang (TPPO). Namun, ia juga menegaskan pentingnya pembenahan internal agar profesionalisme Polri tak sekadar jadi jargon.
“Polri berhasil mengungkap hampir 200 kasus TPPO dan menyelamatkan ribuan korban. Ini pencapaian luar biasa yang layak diapresiasi,” kata Habib Aboe, sapaan Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan (MKD) DPR RI itu. dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/7/2025).
Berdasarkan data Polri, hampir 2.000 orang diselamatkan dari jaringan perdagangan manusia dalam setahun terakhir. Selain itu, tren kekerasan terhadap perempuan dan anak dilaporkan menurun berkat kerja sama lintas lembaga.
“Penurunan ini menunjukkan sinergi antara aparat penegak hukum, kementerian, dan lembaga sosial mulai menunjukkan hasil konkret,” ucapnya.
Meski begitu, Habib Aboe juga memberikan catatan penting kepada institusi Polri. Ia menekankan agar netralitas Polri tetap dijaga, terutama menjelang kontestasi politik.
“Netralitas adalah harga mati. Jangan sampai Polri terseret dalam kepentingan politik. Integritas dan independensi harus jadi pegangan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pembersihan internal dari praktik korupsi dan penyimpangan yang dilakukan oknum anggota.
“Masih ada oknum yang merusak citra Polri. Pembenahan internal harus terus dilakukan. Tanpa itu, profesionalisme hanya jadi slogan,” tandas anggota DPR dari Dapil Kalimantan Selatan I itu.
Habib Aboe menambahkan, Komisi III DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal agenda reformasi di tubuh Polri, baik dari sisi regulasi maupun fungsi pengawasan.
“Selamat HUT Bhayangkara ke-79. Kami siap mendukung penguatan regulasi dan akuntabilitas agar Polri makin profesional dan adil,” tutupnya. ***





