UncategorizedGunakan Skema Ponzi Dibungkus Narasi Syariah, Habib Aboe: PPATK Harus Telusuri Aliran...

Gunakan Skema Ponzi Dibungkus Narasi Syariah, Habib Aboe: PPATK Harus Telusuri Aliran Dana DSI

JAKARTA (17/01/2026), AMUNISI.CO.ID — Kekhawatiran atas dugaan penyimpangan dana dalam bisnis peer to peer lending (P2P) syariah PT Dana Syariah Indonesia, setelah ribuan pemberi pinjaman melaporkan kegagalan pencairan dana bernilai triliunan rupiah. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menelusuri secara menyeluruh aliran dana tersebut untuk memastikan apakah digunakan sesuai perjanjian atau justru mengalir ke rekening pribadi dan pihak terafiliasi.

Permintaan itu muncul di tengah laporan paguyuban lender yang menyebut sedikitnya 4.200 pemberi pinjaman mengalami kendala penarikan dana, dengan total nilai kerugian mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Kasus ini menjadi salah satu dugaan penyalahgunaan dana terbesar di sektor pembiayaan berbasis teknologi syariah dalam beberapa tahun terakhir.

“PPATK perlu membantu menelusuri ke mana larinya dana ribuan lender ini. Apakah benar dialokasikan ke proyek properti atau ada aliran lain yang menyimpang,” kata Habib Aboe di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat kemarin (16/1/2026).

Selain mendorong audit aliran dana, Habib Aboe juga mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan keabsahan dan efektivitas kerja sama asuransi dalam layanan P2P lending syariah DSI. Desakan itu menyusul banyaknya keluhan lender terkait klaim asuransi yang tak kunjung cair. Ia juga meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan kepada lender yang mengaku mengalami intimidasi dan tekanan.

“Ini menyangkut uang masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, negara tidak boleh absen ketika dana publik tiba-tiba menguap,” ujar anggota legislatif dari Dapil Kalimantan Selatan (Kalsel) I tersebut.

Sebelumnya, PPATK mengungkap bahwa bisnis PT Dana Syariah Indonesia diduga menerapkan skema ponzi yang dibalut dengan label syariah. Temuan tersebut membuat peluang pengembalian dana ribuan lender dinilai semakin kecil.

“Pola penghimpunan dan penggunaan dana oleh manajemen DSI, berdasarkan analisis kami, menyerupai skema ponzi yang dibungkus dengan narasi syariah,” kata Deputi Bidang Pemberantasan PPATK, Danang Tri Hartono, di Jakarta, Kamis kemarin (15/1/2026).

Sejak 18 Desember 2025, PPATK telah memblokir 33 rekening milik pihak-pihak yang terafiliasi dengan DSI. Dari pemblokiran tersebut, PPATK berhasil mengamankan sisa dana sekitar Rp4 miliar.

“Kami menghentikan transaksi dari DSI dan pihak terafiliasi sejak 18 Desember 2025. Total saldo yang tersisa di rekening yang diblokir sekitar Rp4 miliar,” ujar Danang.

Berdasarkan analisis PPATK, sepanjang periode 2021–2025, DSI menghimpun dana masyarakat sebesar Rp7,478 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp6,2 triliun telah dikembalikan kepada lender dalam bentuk imbal hasil, sehingga masih terdapat selisih dana sekitar Rp1,2 triliun yang belum kembali ke masyarakat.

PPATK mencatat, dari selisih tersebut, sekitar Rp167 miliar digunakan untuk kebutuhan operasional perusahaan, termasuk biaya listrik, internet, sewa kantor, gaji karyawan, iklan, dan pengeluaran rutin lainnya. Sementara itu, Rp796 miliar disalurkan ke perusahaan-perusahaan terafiliasi yang masih berada dalam satu kelompok kepemilikan dengan pengendali DSI.

Adapun sekitar Rp218 miliar lainnya mengalir ke perorangan atau entitas terafiliasi di luar perusahaan utama.

“Jika dilihat dari aliran dana, pihak-pihak yang paling menikmati dana tersebut adalah afiliasi perusahaan,” kata Danang.

Kasus DSI kini menjadi ujian serius bagi pengawasan industri fintech syariah di Indonesia, sekaligus menyoroti rapuhnya perlindungan lender ketika transparansi, tata kelola, dan pengawasan gagal berjalan seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri keuangan digital. ***

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

美军夜袭伊朗基础设施 造成 8 死 20 伤

伊朗国家通讯社周五通报,美军于周四夜间至周五清晨对伊朗多省基础设施发动袭击,已造成 8 人死亡、20 人受伤。 伊朗卫生部表示,本月美军新一轮袭击累计已造成 38 人死亡、超 400 人受伤,遇难及伤者中包含多名妇女与未成年人,目前仍有 47...

班索特指出残障人士受教育权保障仍存差距

印尼国会专业集团党议员、第 15 届人民协商会议主席班邦・苏萨特约(班索特)指出,尽管宪法与多项法律已明确保障残障人士享有平等受教育权,但在国家教育体系的实际落实中仍存在明显差距。目前仍有大量残障儿童因设施不便、特教老师不足、政策执行不力及社会偏见等因素,难以获得优质、安全且包容的教育机会。 中央统计局 2025 年数据显示,印尼残障人士约达 1780 万人,占总人口 2.17%。其中 5...

前教育部长纳迪姆向司法委员会举报四名法官

前教育、文化、研究与技术部长纳迪姆・马卡里姆,通过代理律师正式向司法委员会提交举报,指控雅加达中央腐败刑事法院的四名法官涉嫌违反职业道德规范。 纳迪姆的律师阿里・优素福・阿米尔表示,举报针对合议庭庭长普尔万托・S・阿卜杜拉及三名成员苏诺托、埃里斯曼和马尔迪安托斯,他们此前一致裁定纳迪姆有罪。持不同意见的法官安迪・萨普特拉则未被举报。 律师称,判决本身属于法官权限,但审理过程中存在事实被歪曲、关键证据未被采纳等问题,因此举报附带了具体证据,旨在纠正程序中的不当行为。纳迪姆的妻子弗兰卡也表示,丈夫自 2025 年 9 月 4 日被羁押以来,始终尊重司法程序,如今只希望获得公正裁决。 司法委员会证实已收到举报,并表示将按照规定对内容进行分析与核查,若发现违规行为,将依照既定程序进一步处理。 雅加达中央地方法院方面则回应称,任何公民均有权依法举报涉嫌违规行为,目前法院尚未收到正式通知,不便发表更多评论。 Nadiem Makarim Laporkan...

Sarwendah 做好应对 Ruben Onsu 子女抚养权诉讼的准备

在 Ruben Onsu 向雅加达南区地方法院提起子女抚养权诉讼后,Sarwendah 表示将全力捍卫自己对孩子的抚养权。 Sarwendah 的代理律师亚伯拉罕・西蒙证实,其当事人早已做好充分准备,愿意采取一切法律途径维护权利。“她作为母亲,愿意为孩子付出一切,并且至今仍在努力工作,保障孩子们的生活所需,尽到应尽的责任。” 另一位代理律师克里斯・萨姆・西乌也表示,他们将提交完整证据与证人,证明 Sarwendah 才是最适合获得抚养权的一方。 Ruben Onsu...

合约到期换经纪公司,刘亚仁复出传闻再起引热议

演员刘亚仁复出的传闻再度引发热议,早前关于他有望出演新片《吸血鬼》的消息也重新受到关注。 本周二,经纪公司 UAA 向媒体证实,与刘亚仁自 2014 年起的专属合约已正式到期。随后有消息称,他可能转投由权志龙等艺人所属的银河公司,该公司近年陆续吸纳了金钟国、泰民、宋康昊等多位知名演员与歌手。 去年 7 月 3 日,刘亚仁因涉毒案件被判处有期徒刑一年,缓期两年执行。沉寂期间,换公司的消息与复出猜测同步传开,尤其让他与导演张宰贤新片《吸血鬼》的合作传闻再次成为焦点。 张宰贤曾执导《破墓》《黑司祭们》等热门影片,新作《吸血鬼》是一部以吸血鬼为主题的原创故事。去年底有报道称,刘亚仁正在洽谈参演事宜,但当时...

ADOR 仅向 NewJeans 成员 Danielle 提起诉讼,其他成员海外行踪引发复出猜测

ADOR 娱乐公司近日在法庭上说明,为何仅针对女子组合 NewJeans 成员 Danielle 提起损害赔偿诉讼,而与此同时,其他成员多次在海外被拍到,引发外界对组合可能重启活动的猜测。 首尔中央地方法院于周四举行了 ADOR 对 Danielle、其家人及前代表理事闵熙珍提起的索赔案第三次庭审。此前,ADOR...

新加坡短片《Buah》斩获棕榈泉国际短片节最高荣誉

新加坡短片《Buah》(马来语意为 “果实”)在今年的棕榈泉国际短片节上荣获 “最佳影片” 大奖,这是该知名短片电影节的最高荣誉。本届影展于 6 月 23 日至 29...

短剧行业遭 AI 冲击,演员徐鹏返乡卖菜求生

人工智能取代人类工作的话题近年持续引发热议,如今这一趋势也波及影视行业。中国演员徐鹏原本在短剧领域事业蒸蒸日上,却因 AI 制作的普及而失去演出机会,最终回到山东农村老家,在集市帮祖父卖菜维生。 30 岁的徐鹏毕业于中央戏剧学院,曾因在多部热门短剧中饰演 “霸道总裁” 一角走红。2025 年短剧行业爆发期,他每天拍戏长达 15 至...

富川国际奇幻电影节迎来 30 周年,展映影片数量创新高

韩国规模最大的类型电影盛事 —— 富川国际奇幻电影节(BIFAN)即将开幕,为期 11 天的活动将展映创纪录的 321 部影片。 今年恰逢电影节创立 30 周年,活动将于...
- Advertisement -spot_img