JAKARTA (26/9/2022), AMUNISI.CO.ID — Andika Ar Raafi Maulidan (15 tahun) dari Bogor, Jawa Barat ditetapkan sebagai Dalang Mumpuni dalam Festival Dalang Anak Nasional 2022 yans berakhir Sabtu (24/9/2022).

Sementara Muhammad Rafiandra Alfaro (10) atau Raffi dan Gandrung Swara Al Ghiffari (12) dari Jateng, masing masing menjadi Juara I Kelompok A (8-11) dan Kelompok B (12-15).

Andika siswa SMPN 7 Bogor, mendalang wayang golek purwa dengan cerita ‘Jaya Perbangsa”. Rafiandra siswa SDIT Az Zahra 2 Sragen mendalang wayang kulit gaya Surakarta dengan cerita ‘Gatutkaca Winisuda’.

Ketua Panitia Radiyo menyebutkan hasil tersebut merupakan keputusan Dewan Juri yang diketuai G Subono dan diumumkan Ketua II PEPADI Pusat Teguh Tjokronegoro.

Pada penutupan tersebut Ketua Umum PEPADI H Kondang Sutrisno berpesan agar yang belum menang tidak berkecil hati. “Persiapkanlah untuk tahun depan. Penilaian sangat ketat. Para pemenang dapat untuk contoh dan dipelajari. Kami harapkan pula DKI,” kata Ki Kondang Sutrisno.
Ketua Umum PEPADI Pusat ini memberikan hadiah Rp10 juta kepada Dalang Mumpuni. Sedang kepada dalang anak lainnya Ki Kondang menghadiahi wayang kulit maupun wayang golek “Itu untuk latihan mendalang. Jangan dijual ya!!” pesannya.
Lebih lanjut panitia mengumumkan, untuk Kelompok A (8 -11), Juara II diraih Rizky Febrian Firmansyah dari Singaparna, Tasikmalaya, Jabar; Juara III Gibran Mahesa JS dari Karanganyar, Jateng; Harapan I Bimo Nugtoho dari Cirebon, Jabar; dan Harapan II Danendra Kidung Sindhutama dari Madiun, Jatim.
Untuk Kelompok B (12-15), Juara II diraih Radipta Husein Asrori dari Karanganyar, Jateng; Juara III Muhamad Fatikh Assegaf dari Ponorogo, Jatim; Harapan I Gatan Wisnu Arta dari Surabaya, Jatim; Harapan II Budiana Penty Widyanadha, siswi SMPN 1 Temon, Kulon Progo, DIY. Semua pemenang mendapat plakat dan penghargaan dari Kementerian Dikbudristek yang disampaikan oleh Sumari SH.
Rafiandra yang meraih Juara I Kelompok A, ketika dihubungi melalui bibi dan pakdenya di Serpong, Senin (26/9/2022) ternyata sudah pulang ke Sragen. “Ya…Saya Sugiyono, bapaknya Raffi. Wah Raffinya sudah di Sragen sini,” terdengar suara di HP ketika nomor yang diberi Pakde Raffi dihubungi. Dikatakan oleh Sugiyono, hari Senin ini Raffi harus masuk sekolah
Diharapkan dia nanti benar benar menjadi dalang yang berkualitas. Sebab minatnya begitu besar. “Raffi belajar mendalang sejak berumur tiga tahun,” pungkas Sugiyono dari rumahnya di Plumbungan, Sragen. (PRI)




