JAKARTA (25/01/2023), AMUNISI.CO.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengkritik masa kampanye Pemilu 2024 yang hanya 75 hari. Dia beranggapan dengan waktu hanya 75 hari, tidak efektif untuk masyarakat mengetahui pembeda antara partai-partai peserta pemilu.
“Harusnya (masa kampanye) dibikin lebih panjang, paling tidak menurut saya partai politiknya dulu diadu,” usul Fahri Hamzah saat menjadi narasumber dalam acara The Vote Talk Series di Universitas Bakrie, Jakarta Selatan, Selasa kemarin (24/1/1023).
Sekarang, lanjut mantan Wakil Ketua DPR RI itu, sudah ada 18 partai politik (Parpol) di kertas suara, tapi bedanya mereka apa? Itu yang menurut doa, tidak pernah tahu perbedaannya, dan tidak pernah ada waktu untuk membedakannya, karena cuma dikasih 75 hari.
“Itu pun kita cuma akan denger debat calon presiden atau Capres doang yang diselenggarakan empat kali, yang lain? Udah, lewat aja,” tegasnya.
Fahri berpendapat bahwa terdapat tiga tahap ideal untuk menyeleksi partai dalam pemilu, yakni pertemukan seluruh partai peserta pemilu, kemudian beri mereka kesempatan untuk menyampaikan gagasan-gagasan, sehingga masyarakat mengetahui apa yang menjadi pembeda antara partai-partai tersebut.
“Kedua, beri 18 partai tersebut pertanyaan, bagaimana cara mereka menghadapi terorisme, narkoba, korupsi hingga bagaimana menjawab tantangan dari generasi-generasi baru, itu semu harus bisa dijawab,” terang Fahri Hamzah.
Diketahui, untuk saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 18 partai politik (Parpol) lolos menjadi peserta Pemilu Legislatif 2024. Jumlah ini bertambah setelah KPU akhirnya memutuskan bahwa Partai Ummat lolos verifikasi faktual, setelah sebelumnya sempat dinyatakan tidak memenuhi syarat. ***


