JAKARTA (05/08/2025), AMUNISI.CO.ID — Seruan untuk perombakan kabinet Prabowo Subianto semakin nyaring terdengar. Tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan, mendesak Presiden terpilih Prabowo agar tidak mempertahankan sejumlah menteri yang dinilai gagal, termasuk Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.
Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui kanal YouTube Refly Harun, Minggu (3/8/2025), Syahganda secara tegas meminta Prabowo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap para pembantunya di kabinet mendatang, khususnya menteri yang dianggap tidak memahami persoalan rakyat.
“Segera ganti para menteri, terutama yang tidak paham dan tidak bekerja buat rakyat,” ujarnya dalam episode bertajuk “Anies Ditarik ke Istana? Skenario 2029 Sudah Dibentuk dari Sekarang.”
Syahganda menilai keberlanjutan pola pemerintahan lama justru akan menjadi beban bagi masa depan Indonesia. Ia mendorong pembaruan total agar visi besar menuju Indonesia Emas 2045 tidak terhambat oleh figur-figur yang dianggap lemah dan hanya berorientasi pada kekuasaan.
Kritik Tajam untuk Maruarar Sirait
Menteri PKP Maruarar Sirait menjadi salah satu nama yang secara eksplisit disebut layak diganti. Menurut Syahganda, sektor perumahan memiliki dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat, namun saat ini belum menunjukkan hasil signifikan.
“Misalkan Maruarar Sirait diganti saja itu sama Fahri Hamzah,” usulnya, sembari menyebut alternatif nama yang dinilai lebih memiliki keberanian dan orientasi pada rakyat.
Program pembangunan 3 juta rumah Prabowo, kata Syahganda, mestinya bisa dioptimalkan untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Ia bahkan menyebut, jika hanya 150.000 rumah saja dibangun, akan mampu menciptakan ratusan ribu lapangan kerja.
“Satu rumah bisa serap 3–4 tenaga kerja. Itu sudah 600.000 lapangan kerja baru,” jelasnya.
Kabinet Bersih dan Progresif
Lebih jauh, Syahganda menggambarkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya saat ini sebagai “gelap”, akibat kurangnya keberanian pemerintah dalam mengambil langkah-langkah korektif. Ia menyebut perubahan bisa terjadi dalam waktu cepat jika Prabowo berani mengganti jajaran menterinya dengan figur yang kompeten dan berpihak kepada rakyat.
“Kalau diganti Prabowo menteri-menteri ini, secepatnya, maka tiga bulan dari pergantian itu, yang disebut Indonesia Gelap akan mulai terang,” katanya optimistis.
Syahganda menegaskan bahwa demi mewujudkan visi besar Indonesia Emas, Prabowo tidak cukup mengandalkan loyalitas politik, tetapi harus mengutamakan kapasitas dan keberpihakan menteri terhadap kepentingan rakyat.
“Untuk Indonesia Emas, butuh orang-orang yang punya rekam jejak membela rakyat,” tutupnya. ***





