UncategorizedDesak Literasi Keuangan Masif, Asep Dahlan: AFPI Jangan Hanya Benahi Galbay, Rakyat...

Desak Literasi Keuangan Masif, Asep Dahlan: AFPI Jangan Hanya Benahi Galbay, Rakyat Tercekik Utang Pinjol

JAKARTA (15/06/2025), AMUNISI.CO.ID – Konsultan Keuangan Asep Dahlan mendesak pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) agar menghentikan pendekatan parsial dalam menangani krisis gagal bayar alias galbay, di sektor pinjaman online (pinjol). Ia menilai rendahnya literasi keuangan dan lemahnya tanggung jawab sosial dari pelaku industri menyebabkan tragedi sosial yang makin masif dan brutal.

“Kalau edukasi finansial hanya jadi formalitas, maka tragedi akibat pinjol ini akan terus berulang. Jangan tunggu lebih banyak rakyat stres, keluarga hancur, bahkan nyawa melayang. Literasi bukan slogan, itu kebutuhan darurat!” tegas Asep Dahlan melalui keterangan tertulisnya, Minggu (15/6/2025).

Lonjakan Galbay Tak Terbendung

Data dari OJK menunjukkan tren gagal bayar dalam layanan pinjol terus meningkat. Hingga April 2025, total outstanding pinjaman bermasalah (TWP90 atau tunggakan lebih dari 90 hari) tercatat mencapai Rp 21,3 triliun, naik signifikan dibandingkan posisi April 2024 yang sebesar Rp 16,7 triliun. Tingkat wanprestasi (TWP90) pun melonjak dari 2,84% menjadi 4,17% dalam setahun terakhir.

📊 Grafik Tren Gagal Bayar Pinjaman Online (TWP90)
Sumber: OJK, Statistik Fintech Lending 2023–2025

Tahun TWP90 (Rp Triliun) Persentase Galbay
2023 Apr 13,2 2,41%
2024 Apr 16,7 2,84%
2025 Apr 21,3 4,17%

“Angka ini mencerminkan tekanan ekonomi di masyarakat bawah yang semakin nyata. Tapi anehnya, literasi finansial tidak dibarengi dengan percepatan edukasi. Pemerintah dan OJK harus hadir lebih dalam, bukan sekadar lewat spanduk atau webinar,” ujar pria yang akrab disapa Kang Dahlan itu.

Pendiri Dahlan Consultant itu juga mengingatkan bahwa utang digital bukan hanya soal ekonomi, tapi juga telah berubah menjadi masalah sosial dan keamanan publik. Ia menyebut sejumlah kasus tragis sebagai bukti nyata, seperti di Jawa Tengah, seorang ibu rumah tangga ditemukan bunuh diri setelah diteror oleh penagih utang online atas pinjaman anaknya.

Di Surabaya, seorang karyawan swasta mengalami gangguan jiwa setelah tak sanggup membayar 7 pinjol sekaligus. Terbaru, seorang pemuda di Jakarta tega membunuh seorang driver ojek online karena frustasi akibat lilitan utang pinjol. Ia mengaku ingin merampok karena tak punya jalan keluar dari utangnya.

“Ini bukan cuma soal gagal bayar. Ini soal psikologi, krisis kemanusiaan, dan ancaman terhadap stabilitas sosial. Kalau negara tidak intervensi, maka fintech ini berubah dari alat bantu menjadi alat pemusnah diam-diam,” katanya.

Kutipan Resmi OJK: Literasi Tidak Seimbang

Pernyataan Asep Dahlan ini, selaras dengan pengakuan resmi dari OJK., dimana dalam konferensi pers awal Mei 2025 lalu, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Hasan Fawzi, mengakui masih ada ketimpangan antara kecepatan adopsi layanan digital dengan tingkat literasi keuangan masyarakat.

“Ini menjadi fokus kami ke depan, agar masyarakat tidak hanya mudah mengakses, tapi juga memahami risiko pinjaman digital,” ujar Hasan.

Namun, Asep Dahlan mengingatkan bahwa pernyataan OJK tersebut belum cukup. Ia menilai diperlukan langkah terstruktur, massif dan menyentuh level rumah tangga.

“Harus ada kurikulum wajib di sekolah soal keuangan digital, pelatihan di komunitas pekerja, pelibatan RT/RW dalam edukasi berbasis kasus. Jangan biarkan rakyat dibiarkan sendirian menghadapi industri yang rakus,” katanya.

AFPI Jangan Hanya Hitung Bunga

Secara khusus, Asep Dahlan meminta AFPI agar tidak hanya menghitung keuntungan, bunga, dan denda, tetapi juga menghitung dampak sosial dan moral dari bisnis pembiayaan digital.

“AFPI harus keluar dari zona nyaman. Jangan cuma bilang ‘kami fasilitator’, tapi saat masyarakat terjerat, kalian diam. Ini soal tanggung jawab sosial. Kalau tak sanggup edukasi, maka berikan ruang kepada pihak ketiga yang independen,” tegasnya.

Edukasi Komprehensif dan Mediasi Terbuka

Sebagai solusi, Asep Dahlan menyarankan:

1. Pusat Edukasi Konsumen Digital oleh OJK dan AFPI di setiap kota besar.

2. Platform Mediasi Independen untuk pengaduan dan negosiasi utang pinjol.

3. Kurikulum Literasi Keuangan Digital Nasional sejak jenjang SMP.

4. Wajibnya video edukasi & simulasi pinjaman dalam setiap aplikasi pinjol sebelum transaksi dilakukan.

“Kalau ini tidak dilakukan, maka kita sedang menciptakan bom waktu sosial. Jangan tunggu masyarakat kehilangan segalanya dulu baru bertindak,” pungkas Asep Dahlan. ***

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Kesatuan Nusantara Meriahkan Harlah HIPWIN ke-5 dan HUT RI ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur

AMUNISI.CO.ID, JAKARTA — Ormas Kesatuan Nusantara turut memeriahkan peringatan...

Puncak Acara HUT Ke-81 RI di RW 03 Malaka Jaya Meriah: Lurah Ingatkan Bahaya Kebakaran

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun...

Festival Batu Penggilingan IV Hidupkan Kembali UMKM, tetapi Penyuluhan Sejarah Harus Berlanjut

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Festival Batu Penggilingan yang diinisiasi anggota...

Upacara HUT RI ke-81 di SMAN 3 Manado: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berinovasi dan Berprestasi

MANADO, AMUNISI.CO.ID --  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

迎接印尼独立 81 周年 哥打莫巴古第一国立职业学校举办校内竞赛活动

为迎接印度尼西亚共和国独立 81 周年,哥打莫巴古第一国立职业学校(SMKN 1 Kotamobagu)近日举办一系列校内学生竞赛活动。2026 年 8 月 11...

巩固工作计划,印尼郑氏宗亲会(PMZI)完善组织架构及总主席选举章程

印尼郑氏宗亲会(PMZI)理事会于2026年7月10日(星期五)在雅加达北部西帕德芒岸(Pademangan Barat)区的郑瑞强(Zheng Rui Qiang)府邸举行了一场非正式会议。 本次会议自印尼西部时间13:00持续至19:30,旨在制定并完善各项战略工作计划要点,以便日后与印尼郑氏宗亲会总主席共同召开会议进行讨论。 共有八位理事代表出席了此次会议,分别是:郑瑞强(Zheng Rui Qiang)、郑西杰(Zheng Xi Jie)、郑文江(Zheng Bun...

陈永辉在埃迪・萨德利告别仪式上朗诵普图・奥卡・苏坎塔诗作

在送别知名人士埃迪・萨德利的场合上,陈永辉现场朗诵了一首题为《埃迪・萨德利:风雨无阻的情谊》的诗作,以此表达对逝者的追思与敬意。 这首诗由埃迪・萨德利的挚友 —— 诗人普图・奥卡・苏坎塔专门创作,字里行间满是二人历经岁月考验、不受风雨寒暑影响的深厚情谊。陈永辉以真挚的情感、沉稳的语调完成朗诵,让在场众人得以透过文字,重温埃迪・萨德利生前的品格与他和友人之间珍贵的情感联结。 普图・奥卡・苏坎塔的诗作情感饱满、意象真切,既饱含对友人离去的不舍,也赞颂了这份跨越时光、始终如一的真挚友谊,为这场告别仪式增添了一份深沉而动人的诗意。 献给艾迪·萨德利 友谊,不因风雨与烈日而褪色 我们相识于雅加达芒加勿刹(Mangga Besar)的一所房子里, 那是二十世纪七十年代, 当“新秩序”政权正凶猛横行, 践踏着人性的岁月。 那是我们第一次相见, 这份情谊, 一直延续到他生命最后的一次呼吸。 他给予的是理性的勇气; 他向我伸出援手, 把我, 以及许多我所认识的人, 从漆黑的泥沼中拉了出来, 也帮助我们渡过人生惊涛骇浪。 有时, 艾迪·萨德利像一根鞭子, 催人奋进; 有时, 他又像盲人的白手杖, 给予方向与依靠; 有时, 他更像一道光, 照亮前路。 艾迪兄啊, 你是一位耕耘土地、播撒种子的农夫; 到了收获的季节, 你总是邀请众人共享丰收。 一路走好,艾迪兄。 愿你在新的世界里, 永享安乐。 ——普图·奥卡·苏坎塔 2026年7月19日,雅加达·拉瓦芒贡(Rawamangun) Welli Martani (Chen Yong Hui) Membacakan...

美军夜袭伊朗基础设施 造成 8 死 20 伤

伊朗国家通讯社周五通报,美军于周四夜间至周五清晨对伊朗多省基础设施发动袭击,已造成 8 人死亡、20 人受伤。 伊朗卫生部表示,本月美军新一轮袭击累计已造成 38 人死亡、超 400 人受伤,遇难及伤者中包含多名妇女与未成年人,目前仍有 47...

班索特指出残障人士受教育权保障仍存差距

印尼国会专业集团党议员、第 15 届人民协商会议主席班邦・苏萨特约(班索特)指出,尽管宪法与多项法律已明确保障残障人士享有平等受教育权,但在国家教育体系的实际落实中仍存在明显差距。目前仍有大量残障儿童因设施不便、特教老师不足、政策执行不力及社会偏见等因素,难以获得优质、安全且包容的教育机会。 中央统计局 2025 年数据显示,印尼残障人士约达 1780 万人,占总人口 2.17%。其中 5...
- Advertisement -spot_img