UncategorizedDari Kaltim, Habib Aboe Kritik Keras Fasilitas Rehabilitasi Narkoba dan Tekankan Peran...

Dari Kaltim, Habib Aboe Kritik Keras Fasilitas Rehabilitasi Narkoba dan Tekankan Peran Strategi Finansial

BALIKPAPAN (,10/05/2025), AMUNISI.CO.ID — Strategi memutus aliran dana bagi jaringan narkotika mendapat sorotan tajam dari Komisi III DPR RI. Dalam kunjungan kerja spesifik ke Kalimantan Timur, anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsyi menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membekukan rekening-rekening milik jaringan pengedar narkoba.

Menurut Aboe, upaya finansial seperti ini terbukti efektif dan harus dijadikan strategi nasional dalam perang melawan narkotika. “Kalau perusahaan bisa mati karena rekening ditutup, apalagi jaringan narkoba,” kata legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, Jumat lalu.

Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas permintaan Kepala BNNP Kalimantan Timur, Brigjen Pol Rudi Hartono, yang mendesak keterlibatan aktif Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Bareskrim Polri untuk menutup akses keuangan para pelaku narkotika. “Tutup jalurnya. Jangan kasih kesempatan buka lagi. Kalau dibuka, nanti jadi bahan negosiasi,” tegas Aboe.

Namun, di tengah dukungan terhadap pendekatan finansial, Aboe juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi aparat penegak hukum di daerah. Ia mencontohkan balai rehabilitasi di Tanah Merah, Kalimantan Timur, yang menurutnya bekerja dalam kondisi memprihatinkan. Fasilitas itu baru-baru ini menerima sebelas pasien dari daerah pemilihannya di Kalimantan Selatan.

“Balai rehab-nya saja sudah ngeri-ngeri sedap, tapi Kaltim masih berdaya. Saya malah sedih lihat kondisi kantor di Kalsel,” ujarnya.

Sebagai Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Aboe menekankan pentingnya dukungan anggaran dan peningkatan infrastruktur untuk BNN di tingkat daerah. Ia memperingatkan bahwa semangat kerja aparat bisa luntur jika tak dibarengi dukungan nyata dari pusat.

“Jangan sampai semangat mereka patah hanya karena kurang dukungan,” katanya, seraya menyebut DPR memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan penguatan institusi yang berada di garis depan penanganan narkotika. ***

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Polda Sulut Dukung Penuh Program Gubernur Terkait WPR dan IPR untuk Kesejahteraan Masyarakat

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara menyatakan...

UKIT Gelar Wisuda 725 Lulusan Tahun 2026, Rektor Pesankan Awal Pengabdian bagi Bangsa dan Negara

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) menggelar...

Reuni Paguanama 2026, Bertemu Cucu Kelas dan Berkunjung ke Rumah Anggota yang Sakit

MALANG, AMUNISI.CO.ID — Reuni Paguyuban Alumni SMA Negeri 3...

Fakultas Kedokteran Unika De La Salle Resmi Dibuka, Jadi Kado Spesial HUT ke-62 Provinsi Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Program Studi/Fakultas Kedokteran Universitas Katolik (Unika)...

Reuni Paguanama di Malang 22 s/d 24 September 2026 Diikuti Lebih dari 40 Peserta

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Reuni Paguyuban Alumni SMAN 3 Malang...

Gedung Baru PMI DKI Jakarta Diresmikan, Diharapkan Pelayanannya Meningkat

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Kasatreskrim Minahasa Tenggara Iptu Teguh Said Tegaskan Media Adalah Mitra Kerja

MINAHASA TENGGARA, SULUT, AMUNISI.CO.ID — Kasatreskrim Polres Minahasa Tenggara...

Ketua Umum FORSBI Temukan Sepasang Batu Penggilingan Tebu Kuno di Kabupaten Bekasi

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Ketua Umum Forum Silaturahmi Betawi Indonesia...

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...
- Advertisement -spot_img