UncategorizedBatujaya Percandian Tertua di Jawa, Ada Kerangka Manusia dan Stupa Terakota

Batujaya Percandian Tertua di Jawa, Ada Kerangka Manusia dan Stupa Terakota

JAKARTA (23/2/2023), AMUNISI.CO.ID- Untuk mendapatkan informasi mengenai situs percandian Batujaya, di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kami mengunjungi museumnya terlebih dahulu. Lokasi museum itu di bagian terdepan di areal percandian Hindu Buddha tertua di Pulau Jawa tersebut.

Benda-benda temuan dari situs Batujaya.

Ternyata ruang pamer museum inipun bersifat sementara, karena kompleks museum ini sedang dimulai renovasi atau pemekaran. “Jadi ruang pamer museum ini masih sementara. Museum aslinya di depan itu sedang direnovasi,” tutur Naryan Kurniawan, seorang juru pemelihara Situs Batujaya kepada Amunisi.co.id, Selasa (21/2/2023) sore.

Pengunjung situs Batujaya.

Tampak di ruang pamer itu ada potongan dan puncak stupa berwarna merah terakota serta beberapa batu bata melingkar. Ada pula batu bata kunci dengan penjelasan di papan informasi. Bentuknya seperti batu bata biasa namun salah satu sisinya bersayap dengan bentuk segitiga yang berlubang.

Dwi Busara pecinta situs sejarah mengapit juru pelihara situs tersebut di depan museum.

Sedangkan di sebelahnya ada etalase berisi benda benda temuan dari situs sejarah tersebut berupa tulang belulang, arca kepala kecil-kecil, dan beberapa lagi. Di dinding sebelahnya dipajang papan informasi dan foto-foto candi atau bentuk bangunan dari situs yang sudah selesai dipugar.

“Ini semua benda benda yang ditemukan di situs Batujaya waktu pertama dilakukan penggalian oleh Profesor Mundardjito,” ujar Naryan yang bekerja di situs sebelah timur aliran Kali Citarum itu sejak 2004. “Pak Mundardjito itu yang memimpin tim KKL dari FSUI di Cibuaya tahun 1984,” ungkap Naryan. Dikatakannya, luas Situs Batujaya sekitar 337 hektare, namun areal untuk museumnya berikut sarana penunjang luasnya sekitar 3.000 m2.

Mengenai koleksi kerangka manusia yang dipajang di museum itu Naryan menjelaskan berdasarkan penelitian Arkeolog Hasan Djafar kerangka itu ditemukan di bawah fondasi candi yang dibangun abad ke-3 atau ke-4 Masehi. Dari sumber lain memperkirakan candi Buddha itu dibangun di atas pemakaman dari masa akhir prasejarah. Ini dari penelitian terhadap umur tengkorak dan tulang-tulang yang ditemukan dari abad ke- 2 Masehi.

“Kerangka manusia itu boleh jadi sama dengan kerangka di Situs Buni di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi,” kata Naryan.

Ia berterus terang semua pengetahuan sejarah kepurbakalaan maupun masalah benda benda temuan itu didapat dari Prof Hasan Djafar yang masih suka datang ke situs Batujaya. “Pak Hasan Djafar masih suka ke sini Pak, kalau ada kegiatan menjadi narasumber. Sekarang sudah pensiun dan kabarnya beliau masih suka mengajar di Unidra Jakarta,” imbuhnya.

Dwi Busara, seorang pecinta situs sejarah, mempertanyakan periode masyarakat di situs Batujaya dengan zaman Kerajaan Tarumanegara. Saat itu ia menghubungi temannya, Husnison Nizar, seorang arkeolog alumnus UI.

Sonni Husnison mengakui sudah beberapa kali melakukan penelitian di situs Batujaya. Namun ia tidak sepaham bila situs Batujaya disamakan zamannya dengan situs Buni prasejarah di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. “Bisa baca artikel artikel tentang situs Batujaya di Google,” kata Husnison melalui handphonenya, Kamis (23/2/2023).

Mengenai minat masyarakat terhadap peninggalan sejarah tersebut, Naryan Kurniawan menyebutkan selama Januari 2023 jumlah pengunjung Candi Jiwa mencapai 1.566 orang. Candi Blandongan 4.523 orang, situs Lempeng 917 orang, dan situs Museum 3.019 orang.

Para pengunjung tersebut terdiri atas pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, urusan dinas, siswa SD bahkan TK. Data itu berdasarkan rekapitulasi jumlah pengunjung oleh Sunarto, Polsus Cagar Budaya Kawasan Percandian Nasional Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. (PRI)

 

 

 

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Gedung Baru PMI DKI Jakarta Diresmikan, Diharapkan Pelayanannya Meningkat

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Kasatreskrim Minahasa Tenggara Iptu Teguh Said Tegaskan Media Adalah Mitra Kerja

MINAHASA TENGGARA, SULUT, AMUNISI.CO.ID — Kasatreskrim Polres Minahasa Tenggara...

Ketua Umum FORSBI Temukan Sepasang Batu Penggilingan Tebu Kuno di Kabupaten Bekasi

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Ketua Umum Forum Silaturahmi Betawi Indonesia...

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...

Kesatuan Nusantara Meriahkan Harlah HIPWIN ke-5 dan HUT RI ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur

AMUNISI.CO.ID, JAKARTA — Ormas Kesatuan Nusantara turut memeriahkan peringatan...

Puncak Acara HUT Ke-81 RI di RW 03 Malaka Jaya Meriah: Lurah Ingatkan Bahaya Kebakaran

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun...

Festival Batu Penggilingan IV Hidupkan Kembali UMKM, tetapi Penyuluhan Sejarah Harus Berlanjut

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Festival Batu Penggilingan yang diinisiasi anggota...

Upacara HUT RI ke-81 di SMAN 3 Manado: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berinovasi dan Berprestasi

MANADO, AMUNISI.CO.ID --  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

迎接印尼独立 81 周年 哥打莫巴古第一国立职业学校举办校内竞赛活动

为迎接印度尼西亚共和国独立 81 周年,哥打莫巴古第一国立职业学校(SMKN 1 Kotamobagu)近日举办一系列校内学生竞赛活动。2026 年 8 月 11...
- Advertisement -spot_img