UncategorizedTarget Pertumbuhan 8 Persen, Pengamat Nilai Fondasi Ekonomi Indonesia Kian Kuat

Target Pertumbuhan 8 Persen, Pengamat Nilai Fondasi Ekonomi Indonesia Kian Kuat

JAKARTA (19/12/2025), AMUNISI.CO.ID – Pengamat Ekonomi Moch. Thoha optimis Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%. Pasalnya, Indonesia pernah mencapai pertumbuhan ekonomi 8,2% di tahun 1995 dimana pertumbuhan itu didorong oleh beberapa key sector diantaranya manufaktur (hilirisasi), industri otomotif, konstruksi, jasa, dan investasi.

“Kalau bicara prospek kita optimis bahwa Indonesia kedepan mampu mencapai pertumbuhan 8%. Buktinya ini diperkuat dengan tanda-tanda pertumbuhan ekonomi saat ini yang memperlihatkan peningkatan”, kata Moch. Thoha saat menyampaikan paparannya dalam diskusi publik akhir tahun dengan tema”Membaca prospek ekonomi 2026 yang digelar Kaukus Muda Indonesia, Jakarta, kamis kemarin (18/12/2025)

Thoha juga merujuk pada data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang menujukkan pertumbuhan ekonomi nasional makin membaik yang mencakup peningkatan konsumsi rumah tangga, pertumbuhan investasi, ekspansi belanja pemerintah, dan kinerja ekspor yang solid.

“Pertumbuhan signifikan itu ditopang oleh peningkatan mobilitas masyarakat dan stimulus fiskal melalui bantuan sosial dan gaji ke-13. Pada triwulan II-2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,12% (yearon-year) dan 4,04% (quarter-to-quarter). Artinya ini kabar gembira bagi semua pihak”, urainya

Karena itu kata Thoha, jika mencermati realitas pertumbunan inklusif yang memberikan harapan dan kepastian itu, maka proyeksi pertumbuhan inklusif menuju 8% menunjukan adanya optimisme.

“Pertumbuhan ekonomi saat ini juga didorong oleh efisiensi belanja pemerintah. Karena efisiensi itu mengoptimalkan pengalokasian anggaran untuk proyek produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, yang meningkatkan investasi, produktivitas, serta menciptakan lapangan kerja yang pada akhirnya meningkatkan PDB”, tandasnya

Sementara itu, menurut pengamat ekonomi dari Institute Literasi Ekonomi Indonesia (ILMI), Kanzul Fikri mengatakan pemerintah konsisten sejak awal memang menargetkan pertumbuhan 8% yang didukung kebijakan ekonomi yang adaptif dan berkelanjutan. Salah satunya melakukan penguatan daya saing industri, akselerasi transformasi digital & pengembangan ekonomi hijau sebagai pilar pembangunan masa depan bangsa Indonesia.

“Jadi kedepan mesti memperkuat navigasi arah ekonomi nasional dengan memperkuat hilirisasi industri, digitalisasi, dan ekonomi hijau, didukung oleh investasi infrastruktur meskipun menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global dan domestik.

Lebih lanjut, Kanzul juga menegaskan bahwa strategi ini bertujuan untuk menjadikan bangsa Indonesia lebih berdaya saing dan resilien melalui transformasi struktural, dengan target pertumbuhan ekonomi yang bertahap dan inklusif.

“Ada beberapa aspek strategis yang dapat mendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi kedepan. Pertama, pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui investasi di sektor pendidikan dan pelatihan keterampilan. Kedua, dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan kredit. Ketiga, juga penguatan investasi infrastruktur menjadi prioritas utama untuk melancarkan konektivitas. Keempat, transformasi digital dan peralihan menuju ekonomi hijau untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kelima, diversifikasi ekspor dan penguatan industri kreatif akan mengurangi ketergantungan pada komoditas tradisional seperti hasil pertanian, perkebunan, dan mineral, serta memperkuat sektor-sektor baru”, ucapnya

Menurut Kanzul untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi inklusif 8% memerlukan investasi besar yang disertai pengelolaan ekonomi secara efisien dan berbasis pada logika serta perhitungan yang akurat.

“Sejarah akan mengulang kembali pertumbuhan ekonomi 8% bahkan melampaui angka tersebut bisa dicapai dengan pelbagai langkah dan terobosan kebijakan yang progresif”, papar Kanzul

Kanzul optimis prospek ekonomi Indonesia 2026 diperkirakan cerah namun tetap waspada, dengan proyeksi pertumbuhan PDB di kisaran 5,0-5,4% didorong konsumsi domestik, digitalisasi, hilirisasi, dan stabilitas politik pasca-transisi, walau tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi moderat tetap ada, membutuhkan sinergi kebijakan fiskal dan moneter. ***

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Polda Sulut Dukung Penuh Program Gubernur Terkait WPR dan IPR untuk Kesejahteraan Masyarakat

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara menyatakan...

UKIT Gelar Wisuda 725 Lulusan Tahun 2026, Rektor Pesankan Awal Pengabdian bagi Bangsa dan Negara

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) menggelar...

Reuni Paguanama 2026, Bertemu Cucu Kelas dan Berkunjung ke Rumah Anggota yang Sakit

MALANG, AMUNISI.CO.ID — Reuni Paguyuban Alumni SMA Negeri 3...

Fakultas Kedokteran Unika De La Salle Resmi Dibuka, Jadi Kado Spesial HUT ke-62 Provinsi Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Program Studi/Fakultas Kedokteran Universitas Katolik (Unika)...

Reuni Paguanama di Malang 22 s/d 24 September 2026 Diikuti Lebih dari 40 Peserta

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Reuni Paguyuban Alumni SMAN 3 Malang...

Gedung Baru PMI DKI Jakarta Diresmikan, Diharapkan Pelayanannya Meningkat

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Kasatreskrim Minahasa Tenggara Iptu Teguh Said Tegaskan Media Adalah Mitra Kerja

MINAHASA TENGGARA, SULUT, AMUNISI.CO.ID — Kasatreskrim Polres Minahasa Tenggara...

Ketua Umum FORSBI Temukan Sepasang Batu Penggilingan Tebu Kuno di Kabupaten Bekasi

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Ketua Umum Forum Silaturahmi Betawi Indonesia...

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...
- Advertisement -spot_img