SEMARANG (7/10/2025), AMUNISI.CO.ID –— Sekitar 80 orang anggota Komunitas Jalan Nordik (KJN) Jawa Tengah melakukan aktivitasnya di Kampus Universitas Sebelas Maret Solo (UNS) Sabtu (4/10/2025).

Berjalan bareng dengan sepasang tongkat Nordik tesebut diikuti para anggota dan pengurus KJN Cabang Solo, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Pekalongan dan Semarang. dipimpin Ketua DPD KJN Jawa Tengah Ir.Retno Setyowati Gito.

“Bu Retno Setyowati itu kebetulan dosen UNS. Makanya jalan Nordik kali ini diadakan di kampus tersebut,” kata Ir.H.Soewondo, Wakil Ketua KJN Harmoni Semarang, sehari setelah selesai acara tersebut Minggu.(5/10/2015).
Menurut Soewondo sebelum acara jalan.nordik.terlebih dahulu seluruh peserta mengikuti sosialisasi senam panafasan yang diselenggarakan DPD KJN Jawa Tengah di kampus UNS.
“KJN Cabang Semarang yang diketuai Bapak Ir Zaenal Ahmad mengikutkan 10 anggotanya,” kata Soewondo.
Sedang KJN Cabang Semarang itu sendiri sedikitnya terdiri dari 5 kelompok yaitu KJN Harmoni, KJN Merbau .KJN Plamongan, KJN Serasi dan KJN Abinaya.
Kata Soewondo lebih lanjut waktu menghadiri Reuni Kerukunan Keluarga Danudiharjan (KKD) di Kampung Navy, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur 5 – 6 September 2025 dia juga mengajak para anggota KKD ikut KJN.
Sekaligus Soewondo pensiunan PDAM Semarang itu membagikan beberapa pasang tongkat Nordik kepada para Lansia yang hadir. Terutama kepada yang paling senior yaitu Eyang Gunawan, usia 90 tahun.
Ketua Panitia Reuni KKD tahun 2025, Dimas Bimo Ario Dewantoro yang dihubungi Amunisi.co.id, melalui Hpnya Minggu (5/10/2025) membenarkan banyaknya para sepuh yang mendapat hadiah tongkat Nordik.

“Makanya pagi hari kami berjalan jalan di lapangan mengelilingi replika Windmolen dan Menara Eiffel di tempat wisata Kampung Navy,” kata Dimas Bimo.
Menurut Bimo, jumlah anggota KKD yang berreuni dan menginap di situ 119 orang, dari Jakarta, Jawa Barat, Semarang Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Mereka itu dari generasi ke-2 yang tinggal seorang, sampai generasi ke-3, 4 dan 5.
LEBIH AMAN
Para penerima hadiah tongkat Nordik pada umumnya merasakan manfaat alat bantu berjalan kaki tersebut. Mereka mengaku berjalan jalan dengan berpegang pada sepasang tongkat sedemikian itu lebih aman.
“Saya kan pernah jatuh dari motor. Dengan sepasang tongkat nordik itu saya dapat menjaga keseimbangan. Jalan jalan pagi hampir tiap hari tak ada masalah,” kata RB Djoko Budoyo warga Kalianget Madura yang baru merayakan HUT nya ke 85 Sabtu (4/10/2025).
Begitu pula dengan Wiwoho (81) warga Sekaran, Delanggu, Jateng. Ia juga mendapat hadiah tongkat Nordik dari Soewondo. “Dua duanya tetap saya pakai jalan jalan pagi,” ungkapnya.
Sementara Ny Nur Endah Sudharto (77) warga Sukmajaya Depok Jawa Barat, Senin.(6/10/2025) menyatakan ia berterimakasih kepada Soewondo yang telah memberi hadiah sepasang tongkat Nordik waktu reuni keluarga KKD di Lawang tepat sebulan yang lalu.
“Wah Alhamdulillah. Sakit di tumit kini hilang setelah saya rutin berjalan dengan sepasang tongkat Nordik. Jalannya di dalam rumah saja dari dapur di belakang ke depan, lalu kembali lagi, sudah 30 meter sendiri. Diulang berkali kali dalam sehari sudah cukup jauh tuh jalannya,” ujar Nur Endah Sudharto yang di rumahnya bersama anak-anak dan 7 orang cucunya itu. (PRI).


