UncategorizedPerlu Penghargaan bagi Artisan Batik Pembaruan dan Perbanyak Pameran Karya Artisan

Perlu Penghargaan bagi Artisan Batik Pembaruan dan Perbanyak Pameran Karya Artisan

JAKARTA (17/10/2023), AMUNISI.CO.ID — Perlu penghargaan bagi artisan pembaruan, bagi kreasi baru maupun artisan baru, serta perlu pula pameran pameran karya artisan di berbagai kota di Indonesia. Dengan demikian para artisan batik juga lebih dikenal, tidak seperti selama ini yang dikenal masyarakat hanya ujud dan motif batik karyanya saja.

Moderator memandu sesi tanya jawab.

Hal ini diungkapkan Prof Rahadi Ramelan, Dewan Pembina Yayasan Batik Indonesia (YBI) pada Seminar Masa Depan Artisan Batik di Museum Tekstil Jakarta, Jalan KS Tubun Nomor2-4, Jakarta Barat, Selasa (17/10/2023). Pendapat tersebut disepakati oleh Wirasno, pengusaha batik Canting Wira Surabaya yang juga sebagai narasumber dalam seminar tersebut.

Seminar dibuka Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Sri Kusumawati dengan moderator Karina Mintahir Hadir pula Ketua YBI NyTumbu Rahardi Ramelan, Dewan Pakar YBI Dipo Alam dan lebih dari 70 peserta seminar. Antaraain Mrs Sabina Bulk dari Erasmus Huis dan 19 orang mahasiswa Fakultas Desain Produk Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta.

Lebih lanjut Rahadi Ramelan mengatakan artisan batik senior seperti Iwan Tirta, Oei Soe Tjoen, Ibu Sud, Ibu Setiowati, Go Tik Swan, Katura dan pembatik keraton cukup dikenal. Tetapi kini muncul artisan batik yang lebih muda yang karyanya juga cukup bagus.

Para siswa SDIT sedang belajar batik tulis

“Mereka itu seperti Dudung Alisyahbana, Ibu Atika, Cahyo Kumolo, Afif Syakur, Wirasno, Sutoyo Slamet dan lain-lain,” kata Rahardi Ramelan

Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era Presiden BJ Habibie ini mengakui keindahan batik karya Dudung Alisyahbana selaku artisan batik yang masih muda. “Dia itu lagi gandrung pada cerita wayang. Makanya batiknya juga bermotif wayang,” ujarnya.

Menurut Rahardi batik di Indonesia ada beberapa jenis. Yaitu batik tulis dengan canting, batik cap dan ada juga batik printing yang motifnya saja batik. Namun sesuai dengan Standar Nasional Indonesia yang disebut batik harus dengan proses membatik menutup dengan malam atau lilin, memakai alat canting atau cap, serta kombinasi dari keduanya.

Batik generasi digital menurut Rahardi Ramelan telah melahirkan batik metalflora karya Falahy Mohamad dari Pekalongan dengan hasilnya Batik Tambal 101 yang didasari batik motif tambal. Karya ini dirancang menggunakan program AI dan Corel Draw. Sedang proses selanjutnya dilakukan sesuai batik tulis. “Batik semacam ini ada sejak 6 tahun yang lalu,” imbuhnya.

Sementara Wirasno artisan batik dari Surabaya selaku narasumber menilai karya batik dengan mesin jauh lebih lama persiapannya dibandingkan dangan hand made. “Program komputer mempersiapkannya lama. Kalau dilaksanakan dengan tangan sudah jadi berapa meter saja itu,” kata pengusaha batik Wira Canting yang membawahkan banyak pembatik itu.

Wirasno sedang menginventarisasi motif batik daerah Jawa Timur antara lain batik Tuban. Sementara batik Madura juga memiliki ciri khas, bahkan walaupun batik tulis di sentra batik Madura bisa menghasilkan batik seharga Rp75.000 selembar.

Pada kesempatan itu Kepala UP Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Sri Kusumawati menegaskan pentingnya peran artisan dalam perkembangan dan pengembangan batik Indonesia. “Artisan juga salah satu faktor suksesnya batik menjadi primadona dengan ciri khasnya masing-masing dalam upaya pelestarian Batik Indonesia,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu diadakan beberapa quist. Sabine Bulk dari Erasmus Huis berbasil menyebut 10 nama motif batik Indonesia, antara lain kawung, truntum, parang, sidomukti, udan liris dll.

Kepala Satlak Edukasi dan Informasi Museum Seni, Ardi Hariyadi menjelaskan Museum Tekstil ini mulai 20 Oktober ditutup hingga Desember 2023. “Akan ada rehabilitasi gedung,” katanya.

Sementara pada 17 Oktober 2023 itu kata Kasapel Museum Tekstil jumlah pengunjungnya mencapai 285 orang. Itu sudah termasuk 75 peserta seminar dan 61 peserta workshop batik dari SDIT Al Khoirot, Condet Raya Jakarta Timur yang terdiri dari 53 siswa dan delapan orang guru. (PRI)

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Ketua Umum FORSBI Temukan Sepasang Batu Penggilingan Tebu Kuno di Kabupaten Bekasi

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Ketua Umum Forum Silaturahmi Betawi Indonesia...

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...

Kesatuan Nusantara Meriahkan Harlah HIPWIN ke-5 dan HUT RI ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur

AMUNISI.CO.ID, JAKARTA — Ormas Kesatuan Nusantara turut memeriahkan peringatan...

Puncak Acara HUT Ke-81 RI di RW 03 Malaka Jaya Meriah: Lurah Ingatkan Bahaya Kebakaran

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun...

Festival Batu Penggilingan IV Hidupkan Kembali UMKM, tetapi Penyuluhan Sejarah Harus Berlanjut

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Festival Batu Penggilingan yang diinisiasi anggota...

Upacara HUT RI ke-81 di SMAN 3 Manado: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berinovasi dan Berprestasi

MANADO, AMUNISI.CO.ID --  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

迎接印尼独立 81 周年 哥打莫巴古第一国立职业学校举办校内竞赛活动

为迎接印度尼西亚共和国独立 81 周年,哥打莫巴古第一国立职业学校(SMKN 1 Kotamobagu)近日举办一系列校内学生竞赛活动。2026 年 8 月 11...

巩固工作计划,印尼郑氏宗亲会(PMZI)完善组织架构及总主席选举章程

印尼郑氏宗亲会(PMZI)理事会于2026年7月10日(星期五)在雅加达北部西帕德芒岸(Pademangan Barat)区的郑瑞强(Zheng Rui Qiang)府邸举行了一场非正式会议。 本次会议自印尼西部时间13:00持续至19:30,旨在制定并完善各项战略工作计划要点,以便日后与印尼郑氏宗亲会总主席共同召开会议进行讨论。 共有八位理事代表出席了此次会议,分别是:郑瑞强(Zheng Rui Qiang)、郑西杰(Zheng Xi Jie)、郑文江(Zheng Bun...

陈永辉在埃迪・萨德利告别仪式上朗诵普图・奥卡・苏坎塔诗作

在送别知名人士埃迪・萨德利的场合上,陈永辉现场朗诵了一首题为《埃迪・萨德利:风雨无阻的情谊》的诗作,以此表达对逝者的追思与敬意。 这首诗由埃迪・萨德利的挚友 —— 诗人普图・奥卡・苏坎塔专门创作,字里行间满是二人历经岁月考验、不受风雨寒暑影响的深厚情谊。陈永辉以真挚的情感、沉稳的语调完成朗诵,让在场众人得以透过文字,重温埃迪・萨德利生前的品格与他和友人之间珍贵的情感联结。 普图・奥卡・苏坎塔的诗作情感饱满、意象真切,既饱含对友人离去的不舍,也赞颂了这份跨越时光、始终如一的真挚友谊,为这场告别仪式增添了一份深沉而动人的诗意。 献给艾迪·萨德利 友谊,不因风雨与烈日而褪色 我们相识于雅加达芒加勿刹(Mangga Besar)的一所房子里, 那是二十世纪七十年代, 当“新秩序”政权正凶猛横行, 践踏着人性的岁月。 那是我们第一次相见, 这份情谊, 一直延续到他生命最后的一次呼吸。 他给予的是理性的勇气; 他向我伸出援手, 把我, 以及许多我所认识的人, 从漆黑的泥沼中拉了出来, 也帮助我们渡过人生惊涛骇浪。 有时, 艾迪·萨德利像一根鞭子, 催人奋进; 有时, 他又像盲人的白手杖, 给予方向与依靠; 有时, 他更像一道光, 照亮前路。 艾迪兄啊, 你是一位耕耘土地、播撒种子的农夫; 到了收获的季节, 你总是邀请众人共享丰收。 一路走好,艾迪兄。 愿你在新的世界里, 永享安乐。 ——普图·奥卡·苏坎塔 2026年7月19日,雅加达·拉瓦芒贡(Rawamangun) Welli Martani (Chen Yong Hui) Membacakan...
- Advertisement -spot_img