UncategorizedSanggam Hutapea: Pengembangan Kawasan Danau Tobak Tak Boleh Berhenti

Sanggam Hutapea: Pengembangan Kawasan Danau Tobak Tak Boleh Berhenti

JAKARTA (25/08/2023), AMUNISI.CO.ID – Pemerhati dan pelaku pariwisata Sanggam Hutapea meminta pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba, sebagi destinasi prioritas menuju wisata kelas dunia tidak boleh berhenti walau era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berakhir tahun depan.

“Siapa pun nantinya terpilih sebagai Presiden pada Pemilihan Umum Presiden yang akan di gelar Rabu 14 Pebruari 2024, pengenbangan kawasan Danau Toba harus dilanjutkan, sebab pembangunan dan pengembangan kawasan Danau Toba masih membutuhkan perhatian dari pemerintah pusat, khususnya menyangkut anggaran dan mendatangkan investasi,” kata Sanggam Hutapea yang diwawancarai wartawan di Jakarta, Jumat (25/8/2023).

Sejak penetapan kawasan Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas oleh Presiden Jokowi, pembangunan di kawasan ini memang sudah terlihat, namun untuk menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia dan industri pariwisata yang menghasilkan devisa bagi negara masih jauh dari harapan. Karena itu sangat perlu pembangunan dan pengembangan berkelanjutan dari pemerintahan mendatang yang dihasilkan lewat Pemilu 2024.

Menurut Sanggam, kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional harus dilakukan secara terpadu dan terintegrasi di antara aspek pendukung lainnya. Ia pun memaparkan berbagai pandangannya yang cukup mendasar untuk pengembangan dan pembangunan kawasan Danau Toba menuju wisata kelas dunia.

“Akses ke Danau Toba di era pemerintahan Jokowi ini sudah sangat terbuka, karena pemerintah memberikan perhatian penuh dengan membangun jalan tol guna memperpendek jarak tempuh ke Danau Toba. Demikian juga dengan pembangunan bandara Internasional Silangit di Siborong-borong Tapanuli Utara, yang makin mendekatkan wisata langsung menikmati keindahan kawasan Danau Toba,” terangnya.

Akses transportasi di danau, masih menurut Sanggam, juga sudah membaik dan memadai, apa lagi dengan kehadiran beberapa kapal penyeberangan yang diluncurkan di beberapa lokasi, seperti kapal penyeberangan dari Tigaras Kebupaten Simalungun ke Samosir. Termasuk penyeberangan dari Muara ke Samosir, penambahaan kapal penyeberangan dari Ajibata ke Ambarita, Samosir, serta ketersediaan kapal-kapal milik pengusaha lokal yang sudah memenuhi syarat laik berlayar.

“Akan tetapi, sarana dan prasarana yang ada sekarang, tidak serta merta mampu mendatangkan wisatawan, karena belum adanya produk wisata yang ditawarkan dan masih monoton hanya mengandalkan keindahan alamnya saja. Sejak pemerintah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata, sampai sekarang belum ada bentuk produk wisata di kawasan Danau Toba yang dimunculkan sebagai usaha memberikan nilai tambah,” kata Sanggam yang selalu vokal menyuarakan pariwisata Danau Toba.

Sanggam mengakui belum melihat banyak peran pemerintah daerah, khususnya Pemda di wilayah kawasan Danau Toba. Demikian juga, keberadaan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) sebagai wakil pemerintah pusat di kawasan Danau Toba hanya membuat konsep, sedang yang mengeksekusi produk-produk itu sejatinya adalah Pemda di kawasan Danau Toba itu sendiri.

“Pemerintah, harus lebih kreatif karena salah satu kunci keberhasilan pariwisata adalah kreativitas, termasuk bagaimana mereka kreatif mengemas produk-produk lokal. Salah satu contoh kreatif yang diutarakan Sanggam yakni bagaimana mengemas narasi untuk mengisahkan kawasan wisata Danau Toba,” imbuhnya.

Sanggam juga mengatakan, pangelaran atraksi budaya yang dirangkai dengan sejumlah kegiatan budaya tradisional juga merupakan salah satu faktor penting mendukung kawasan Danau Toba jadi wisata dunia. Di samping menjadi daya tarik melengkapi paket keindahan alam Danau Toba sebagai andalan, atraksi budaya yang mengedepankan kearifan lokal, sekaligus sebagai panggung melestarikan budaya.

Sanggam menginggatkan orang Batak juga di anugerahi Tuhan dengan talenta bernyanyi karena memilki suara yang bagus bagus. Tak heran jika kawasan Danau Toba yang mayoritas dihuni suku Batak menjadi gudangnya penyanyi.

“Terbukti banyak penyanyi berdarah Batak melanglang buana ke berbagai negara. Bahkan untuk artis nasional juga banyak berdarah Batak. Pontesi bakat menyanyi masyarakat di kawasan Danau Toba ini perlu digarap sebagai salah satu produk wisata,” sebutnya.

Dicontohkannya, di berbagai tempat wisata yang dikunjunginya di Eropa, hampir semua ada pengamen, dan bahkan para pengamen itu dijadwalkan tampil berbagai sudut kota. Talenta masyarakat di kawasan Danau Toba yang rata-rata memiliki suara merdu sejatinya bisa di bina dan ditampilkan di titik titik strategis.

“Salah satu lagi contoh kreatif, yakni keberadaan tugu tugu marga di kawasan Danau Toba sangat menarik jika dinarasikan, karena tidak banyak suku di dunia ini memiliki budaya membangun tugu untuk mengetahui silsilahnya. Menjadikan Tugu-Tugu Marga yang ada di Tapanuli sebagai produk wisata akan menarik bagi wisatawan,” katanya.

Sisi Promosi

Dari sisi promosi, Sanggam mempertanyakan apakah promosi pariwisata Danau Toba dilakukan di luar negeri atau di dalam negeri. Kalau promosi dilakukan ke luar negri maka harus jelas sasarannya, apakah wisatawan Asia atau Eropa.

“Diperlukan terobosan untuk mengenalkan pariwisata Danau Toba kembali ke pasar potensial. Jika tidak ada upaya dan kerja keras menggali potensi-potensi terpendam di kawasan Danau Toba, maka perubahan dan pembenahan yang bisa membuat wisatawan tertarik tidak akan terjadi,” tuturnya lagi.

Menurut Sanggam, wisatawan yang berkunjung tidak akan betah berlama-lama sebab jika hanya menikmati keindahan alam Danau Toba saja, wisatawan paling dua atau tiga malam saja betah di Danau Toba. Dia mengharapkan tujuh kabupaten yang daerahnya bersentuhan langsung di kawasan Danau Toba harus mampu melahirkan produk dan menghadirkan destinasi-destinansi yang menjadi daya tarik, dan produk yang dikemas pun harus punya khas daerah masing-masing dan tidak saling berkompetisi

Disamping itu lanjut Sanggam Hutapea, perhatian dari pemerintah mendatang untuk konsep pembangunan berkelanjutan. Dia pun mengingatkan, pembangunan kawasan Danau Toba sebagai wisata kelas dunia harus dilakukan secara terintegrasi, dengan mengkaji aspek alam.

“Pemulihan ekosistem Danau Toba, sumber daya manusia, budaya, sosial dan potensi investasi yang akan menambah devisa negara dan berujung pada kesejahteraan masyarakat,” tandas Alumni pasca Sarjana Universitas Gajah Mada (UGM) itu. ***

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Ketua Umum FORSBI Temukan Sepasang Batu Penggilingan Tebu Kuno di Kabupaten Bekasi

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Ketua Umum Forum Silaturahmi Betawi Indonesia...

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...

Kesatuan Nusantara Meriahkan Harlah HIPWIN ke-5 dan HUT RI ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur

AMUNISI.CO.ID, JAKARTA — Ormas Kesatuan Nusantara turut memeriahkan peringatan...

Puncak Acara HUT Ke-81 RI di RW 03 Malaka Jaya Meriah: Lurah Ingatkan Bahaya Kebakaran

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun...

Festival Batu Penggilingan IV Hidupkan Kembali UMKM, tetapi Penyuluhan Sejarah Harus Berlanjut

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Festival Batu Penggilingan yang diinisiasi anggota...

Upacara HUT RI ke-81 di SMAN 3 Manado: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berinovasi dan Berprestasi

MANADO, AMUNISI.CO.ID --  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

迎接印尼独立 81 周年 哥打莫巴古第一国立职业学校举办校内竞赛活动

为迎接印度尼西亚共和国独立 81 周年,哥打莫巴古第一国立职业学校(SMKN 1 Kotamobagu)近日举办一系列校内学生竞赛活动。2026 年 8 月 11...

巩固工作计划,印尼郑氏宗亲会(PMZI)完善组织架构及总主席选举章程

印尼郑氏宗亲会(PMZI)理事会于2026年7月10日(星期五)在雅加达北部西帕德芒岸(Pademangan Barat)区的郑瑞强(Zheng Rui Qiang)府邸举行了一场非正式会议。 本次会议自印尼西部时间13:00持续至19:30,旨在制定并完善各项战略工作计划要点,以便日后与印尼郑氏宗亲会总主席共同召开会议进行讨论。 共有八位理事代表出席了此次会议,分别是:郑瑞强(Zheng Rui Qiang)、郑西杰(Zheng Xi Jie)、郑文江(Zheng Bun...

陈永辉在埃迪・萨德利告别仪式上朗诵普图・奥卡・苏坎塔诗作

在送别知名人士埃迪・萨德利的场合上,陈永辉现场朗诵了一首题为《埃迪・萨德利:风雨无阻的情谊》的诗作,以此表达对逝者的追思与敬意。 这首诗由埃迪・萨德利的挚友 —— 诗人普图・奥卡・苏坎塔专门创作,字里行间满是二人历经岁月考验、不受风雨寒暑影响的深厚情谊。陈永辉以真挚的情感、沉稳的语调完成朗诵,让在场众人得以透过文字,重温埃迪・萨德利生前的品格与他和友人之间珍贵的情感联结。 普图・奥卡・苏坎塔的诗作情感饱满、意象真切,既饱含对友人离去的不舍,也赞颂了这份跨越时光、始终如一的真挚友谊,为这场告别仪式增添了一份深沉而动人的诗意。 献给艾迪·萨德利 友谊,不因风雨与烈日而褪色 我们相识于雅加达芒加勿刹(Mangga Besar)的一所房子里, 那是二十世纪七十年代, 当“新秩序”政权正凶猛横行, 践踏着人性的岁月。 那是我们第一次相见, 这份情谊, 一直延续到他生命最后的一次呼吸。 他给予的是理性的勇气; 他向我伸出援手, 把我, 以及许多我所认识的人, 从漆黑的泥沼中拉了出来, 也帮助我们渡过人生惊涛骇浪。 有时, 艾迪·萨德利像一根鞭子, 催人奋进; 有时, 他又像盲人的白手杖, 给予方向与依靠; 有时, 他更像一道光, 照亮前路。 艾迪兄啊, 你是一位耕耘土地、播撒种子的农夫; 到了收获的季节, 你总是邀请众人共享丰收。 一路走好,艾迪兄。 愿你在新的世界里, 永享安乐。 ——普图·奥卡·苏坎塔 2026年7月19日,雅加达·拉瓦芒贡(Rawamangun) Welli Martani (Chen Yong Hui) Membacakan...
- Advertisement -spot_img