UncategorizedTahun Ajaran Baru Tukang Bordir Laris, Seorang Bapak Meninggal Usai Belikan Sepatu...

Tahun Ajaran Baru Tukang Bordir Laris, Seorang Bapak Meninggal Usai Belikan Sepatu Anak

JAKARTA (6/7/2023), AMUNISI.CO.ID — Hari-hari terakhir liburan sekolah dan menjelang tahun ajaran baru di DKI Jakarta saat ini, terlihat toko pakaian seragam, toko sepatu, dan tukang bordir ramai dengan pelanggan.

Seperti tukang bordir di lantai 2 Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, begitu banyak orang antre. Ada deretan pelanggan duduk maupun berdiri berjajar di depan tukang bordir Azzam.

“Untuk bordir nama Rp5.000 dan bordir lokasi Rp10.000. Untuk bordir bendera merah putih di dada, lain lagi,” kata Azzam, tukang bordir sambil meneruskan pekerjaannya membordir nama pelanggannya, Rabu (5/7/2023).

Sementara Ny Endah warga RW 07 Malaka Sari yang sedang antre mengaku, ia mengantarkan anaknya, Jovan, membodir nama dan sekolah untuk baju yang baru dibeli. “Jovan diterima di SMPN 213 Jakarta Timur. Saya baru tahu kalau di sekolah negeri bajunya harus pakai nama,” kata Ny Endah.

Selama ini Jovan bersekolah di SDIT Al Muhajirin, sekolah swasta di Pondok Kopi.
“Seragamnya tidak pakai bordiran nama segala,” tutur Ny Endah.

Sementara Bu Meti, warga RT 10/RW 08 Malaka Jaya mengaku sudah berlangganan membordirkan seragam sekolah di tukang bordir Azzam. “Anak kami sekolah di SD Negeri Malaka Jaya 07. Seragamnya memang pakai nama,” tuturnya.

Dan, di situlah ia berlangganan membordirkan nama maupun lokasi untuk baju seragam anaknya. Masing-masing Hafidz kelas 4, dan adiknya Madinah masuk kelas 1 SD Negeri Malaka Jaya 07. Hanza dan Anik, siswa SMP Negeri 213 juga ikut antre.

Di depan tukang bordir Rezza, tak jauh dari tukang bordir yang pertama, juga ramai ibu-ibu dan anak-anak sekolah membordirkan bajunya. Berjalan ke deretan toko pakaian juga ramai orang berbelanja baju. Tampak seorang anak lelaki sedang memantas baju putih dibantu ibunya.

Sedang di toko sebelahnya, khusus menjual sepatu juga banyak anak-anak, maupun orang dewasa berbelanja ataupun tawar menawar. Kesibukan orangtua membelikan kebutuhan sekolah anaknya dirasakan oleh Opang Wijaya warga RT 011/03 Malaka Jaya.

Untuk anak sulungnya Raisa Tia Ramadhani yang naik kelas 2 di SMP 213 sudah dibelikan pakaian dengan kelengkapannya. Namun untuk putri kembarnya Fina dan Fani yang naik kelas 4 di SDN Malaka Jaya 04 belum sempat.

“Wah puyeng. Duitnya belum kelihatan,” kata Opang. Begitu juga Agustiar, yang anak ketiganya diterima masuk SDN 05 Malaka Jaya, belum sempat dibelikan seragam sekolah. “Sekalian belanjanya Sabtu nanti ke pasar,” kata Agus.

Sedangkan Ichsan, warga Rusunawa Cakung Barat RW 07 Jakarta Timur mengaku sudah belanja perlengkapan sekolah anaknya yang kedua, bernama Mohammad Raka Khonza Ramadhan.

“Raka naik kelas 3 SMPN 144 Jakarta Timur. Kami sudah belikan seragam celana panjang putih dan sepatu pakai uang KJP di toko busana Basmalah,” tutur Ichsan.

Dalam kesibukan menjelang tahun ajaran baru ini seorang ayah, Syaiful Bahri, 48, meninggal dunia mendadak setelah membelikan sepatu putrinya Serin, yang naik kelas 5 SDN 04 Malaka Jaya. Warga RT 011/03 Malaka Jaya yang mengontrak rumah di Bintara 8, Bekasi Barat, Rabu (5/7/2023) sore sepulang dari beli sepatu mampir ke rumah ibu dan abangnya, Ridwan Syafei, di RW 03 Malaka Jaya.

“Ipung (Syaiful) bertiga dengan anaknya Sofi dan Serin mampir ke rumah saya, kemudian ke rumah Ibu dan malam itu terus pulang,” tutur Syafei. Tak berapa lama Syafei ditelpon bahwa Syaiful (Ipung) sakit. “Saya berdua istri datang dan membawanya ke Rumah Sakit Selasih,” tutur Syafei. Saat itu Rabu (5/7/2023) pukul 23.30 Ipung dinyatakan meninggal dunia kena serangan jantung dan ada penyakit gula.

Jenazah anggota Satpol PP Kantor Waikota Jakarta Pusat itu Kamis (6/7/2023) dimakamkan di TPU Rawa Wadas, dengan dihadiri warga dan teman kerjanya termasuk Rama, Lurah Kramat, Jakarta Pusat. (PRI)

 

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Ketua Umum FORSBI Temukan Sepasang Batu Penggilingan Tebu Kuno di Kabupaten Bekasi

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Ketua Umum Forum Silaturahmi Betawi Indonesia...

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...

Kesatuan Nusantara Meriahkan Harlah HIPWIN ke-5 dan HUT RI ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur

AMUNISI.CO.ID, JAKARTA — Ormas Kesatuan Nusantara turut memeriahkan peringatan...

Puncak Acara HUT Ke-81 RI di RW 03 Malaka Jaya Meriah: Lurah Ingatkan Bahaya Kebakaran

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun...

Festival Batu Penggilingan IV Hidupkan Kembali UMKM, tetapi Penyuluhan Sejarah Harus Berlanjut

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Festival Batu Penggilingan yang diinisiasi anggota...

Upacara HUT RI ke-81 di SMAN 3 Manado: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berinovasi dan Berprestasi

MANADO, AMUNISI.CO.ID --  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

迎接印尼独立 81 周年 哥打莫巴古第一国立职业学校举办校内竞赛活动

为迎接印度尼西亚共和国独立 81 周年,哥打莫巴古第一国立职业学校(SMKN 1 Kotamobagu)近日举办一系列校内学生竞赛活动。2026 年 8 月 11...

巩固工作计划,印尼郑氏宗亲会(PMZI)完善组织架构及总主席选举章程

印尼郑氏宗亲会(PMZI)理事会于2026年7月10日(星期五)在雅加达北部西帕德芒岸(Pademangan Barat)区的郑瑞强(Zheng Rui Qiang)府邸举行了一场非正式会议。 本次会议自印尼西部时间13:00持续至19:30,旨在制定并完善各项战略工作计划要点,以便日后与印尼郑氏宗亲会总主席共同召开会议进行讨论。 共有八位理事代表出席了此次会议,分别是:郑瑞强(Zheng Rui Qiang)、郑西杰(Zheng Xi Jie)、郑文江(Zheng Bun...

陈永辉在埃迪・萨德利告别仪式上朗诵普图・奥卡・苏坎塔诗作

在送别知名人士埃迪・萨德利的场合上,陈永辉现场朗诵了一首题为《埃迪・萨德利:风雨无阻的情谊》的诗作,以此表达对逝者的追思与敬意。 这首诗由埃迪・萨德利的挚友 —— 诗人普图・奥卡・苏坎塔专门创作,字里行间满是二人历经岁月考验、不受风雨寒暑影响的深厚情谊。陈永辉以真挚的情感、沉稳的语调完成朗诵,让在场众人得以透过文字,重温埃迪・萨德利生前的品格与他和友人之间珍贵的情感联结。 普图・奥卡・苏坎塔的诗作情感饱满、意象真切,既饱含对友人离去的不舍,也赞颂了这份跨越时光、始终如一的真挚友谊,为这场告别仪式增添了一份深沉而动人的诗意。 献给艾迪·萨德利 友谊,不因风雨与烈日而褪色 我们相识于雅加达芒加勿刹(Mangga Besar)的一所房子里, 那是二十世纪七十年代, 当“新秩序”政权正凶猛横行, 践踏着人性的岁月。 那是我们第一次相见, 这份情谊, 一直延续到他生命最后的一次呼吸。 他给予的是理性的勇气; 他向我伸出援手, 把我, 以及许多我所认识的人, 从漆黑的泥沼中拉了出来, 也帮助我们渡过人生惊涛骇浪。 有时, 艾迪·萨德利像一根鞭子, 催人奋进; 有时, 他又像盲人的白手杖, 给予方向与依靠; 有时, 他更像一道光, 照亮前路。 艾迪兄啊, 你是一位耕耘土地、播撒种子的农夫; 到了收获的季节, 你总是邀请众人共享丰收。 一路走好,艾迪兄。 愿你在新的世界里, 永享安乐。 ——普图·奥卡·苏坎塔 2026年7月19日,雅加达·拉瓦芒贡(Rawamangun) Welli Martani (Chen Yong Hui) Membacakan...
- Advertisement -spot_img