JAKARTA (30/6/2023), AMUNISI.CO.ID — Jumlah pemotongan hewan kurban di beberapa RW dan Kelurahan di Jakarta Timur meningkat. Ini pertanda ekonomi warga sudah membaik, setelah pandemi Covid 19 lebih dua tahun sebelumnya.

Hal itu dikatakan Ketua RW 03 Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit M Zainudin dan Ketua RW 09 Penggilingan Kecamatan Cakung H Koiman secara terpisah usai memantau pemotongan hewan kurban di wilayahnya masing masing pada Idul Adha 1444 H/2023 M, Kamis (29/6/2023) petang.

“Meningkatnya jumlah hewan kurban tahun ini, karena diberi keluasan rizki oleh Allah,” kata M Zainudin.
Sesuai laporan Ketua Panitia Kurban RW 03 Malaka Jaya tahun 1444 H/2023 M, Indra Fikri dan Sekretarisnya Heza Arifiansyah, tahun ini panitia menerima dan memotong kurban 15 ekor sapi dan 16 ekor kambing. Jumlah ini Mmeningkat dibanding tahun 2022 yang lalu sebanyak 13 ekor sapi dan 24 kambing. Seekor sapi menurut panitia dapat disetarakan dengan tujuh ekor kambing.
H Koiman mengatakan di RW 09 Penggilingan ada tiga titik pemotongan hewan kurban yaitu di Masjid Al Muhajirin Blok A, Masjid Al Istiqomah di Blok D, dan Masjid Ar Rahmah di Blok Blok G. Dari ketiga tempat itu jumlah hewan kurban yang dipotong terdiri atas sapi 24 ekor dan kambing 55 ekor.
Jadi meningkat dibanding tahun 2022 yang lalu dengan sapi hanya 18 ekor dan kambing 65 ekor. “Kami bersyukur Covid 19 telah berlalu dan pemerintah pun telah mencabut keadaan darurat pandemi,” kata Koiman.
Ketua DKM Masjid Al Istiqomah H Ahmad Subkhan dan Ketua Panitia Kurban Budiarto mengakui peningkatan kurban sapi di masjidnya lumayan tinggi. Tahun ini menjadi 11 ekor dari tahun lalu hanya 5 ekor sapi. “Pemotongan sapi terpaksa kembali dilakukan manual karena alatnya tadi diketahui ada bagian yang rusak,” kata Budi maupun Subkhan.
Ketua RW 11 Pondok Bambu H Joko Martono menuturkan tahun ini musholla At Taqwa di wilayahnya memotong kurban sapi 5 ekor dan kambing 25 ekor. “Tahun lalu kata H Samsir pimpinan At Taqwa juga sama jumlahnya,” kata H Joko ketika dihubungi wartawan Jumat (30/6) pagi.
Begitu pula Masjid Asy Syaakiriin di RW 08 Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Kamis (29/6/2023) memotong 17 sapi dan 88 kambing. “Tahun lalu 20 sapi dan 70-an kambing,” kata H Joko Martono selaku pengurus Masjid Asy Syaakiriin.
Diakui Joko Martono ada penurunan jumlah sapi kurban. Boleh jadi ini disebabkan waktunya berbarengan dengan para orang tua mencarikan sekolah anaknya. Terutama bila harus sekolah swasta yang biayanya tinggi akibat kebijakan zonasi. “Atau bisa saja mereka pindah tempat untuk berkurban,” tutupnya. (PRI)


