走进中国西南部贵州省的燕子洞深达 100 米处,手机信号完全消失,外界的喧嚣也随之沉寂,眼前展现出一个遍布奇形怪状钟乳石与远古化石的地下世界。
对于越来越多追求刺激的中国年轻人来说,这种与外界暂时隔绝的体验,正是他们所寻求的乐趣。
在抖音以及生活方式分享平台小红书上,带有 “贵州溶洞探险” 标签的视频和帖子,总播放量已突破数亿次。
年轻的探险爱好者纷纷深入乡村喀斯特地貌区,分享自己攀爬岩壁、在地下河上划桨板,甚至只是在洞穴里悠闲喝咖啡的照片与视频。
“洞内的每一步都充满未知,我非常愿意为这种独特的体验买单。” 来自中国西北部陕西省的游客常婷说道。她在网上观看探险视频后,专程前往贵州,将三天行程中的两天都用来体验洞穴探险。
随着大众兴趣的提升,贵州的洞穴旅游也从最初的滑索、铁索桥等项目,发展为更丰富多元的业态,以满足不同游客的需求,项目涵盖地下桨板运动、洞穴露营、咖啡品鉴乃至现场音乐会等。
这些创新升级的背后,是一批扎根于地下世界的年轻创业者。
彭伟曾在中国南部城市深圳的一家大型科技企业和国际知名创意营销机构工作十多年,却越来越怀念家乡的山水风光。“离开得越久,对家乡的思念就越深。” 他说。
两年前,他的老同学高胜华 —— 一位户外运动爱好者 —— 走遍贵州各地,萌生了在喀斯特溶洞内经营生意的想法。
去年夏天,彭伟与团队终于在贵州省修文县的一处溶洞内开设了咖啡馆。在刚刚过去的端午节假期,这家咖啡馆日均售出咖啡超过 600 杯。
除了提供咖啡,团队还计划推出地下桨板项目,并积极探索与周边旅游景区开展合作。
蓬勃发展的洞穴旅游产业也为当地青年创造了新的就业机会。今年 23 岁的雷应贵从 2021 年开始担任洞穴向导,起初毫无经验,如今已成长为专业向导。
“过去,体育专业的毕业生大多只能当篮球或足球教练,现在我们有了更多的职业选择。” 雷应贵说,他希望未来能成为项目负责人。
不过,由于目前尚未形成统一的行业标准,从业者们仍需在发展与保护之间找到平衡。
彭伟表示,团队刻意放弃了过于花哨的设计方案,目的是保护洞穴的地质结构,避免造成污染。
“贵州需要找到一把钥匙,将喀斯特溶洞等地下自然奇观转化为可持续发展的财富。” 中国西部绿色发展战略研究院院长张再杰指出。
贵州省自然资源厅在 2025 年开展的全面普查显示,全省已探明的喀斯特溶洞入口数量已达 42.800 个,较此前统计的 25.600 个有明显增加。
今年年初,贵州省启动了《贵州省溶洞管理条例》的前期调研与可行性研究,旨在确保这些珍贵的地下自然遗产能够实现可持续发展。
地方层面的努力也与国家发展方向保持一致。中国第十五个五年规划纲要(2026–2030 年)明确提出,要结合地方特色资源,丰富高品质旅游产品供给,提升全产业链服务水平,并加强对旅游项目的监督管理。
Di Seluruh Tiongkok: Eksplorasi Gua Karst Menjadi Tren Baru di Kalangan Wisatawan Muda
Masuk sejauh 100 meter ke dalam Gua Yanzi di Provinsi Guizhou, Tiongkok bagian barat daya, sinyal ponsel hilang seketika dan suara bising dari dunia luar pun menghilang. Di hadapan pengunjung terbentanglah dunia bawah tanah yang dihiasi tiang stalaktit bentuk unik serta fosil purba.
Bagi semakin banyak anak muda Tiongkok yang menyukai tantangan, rasa terputus sejenak dari dunia luar inilah yang justru mereka cari.
Di Douyin — versi Tiongkok dari TikTok — serta Xiaohongshu, platform berbagi gaya hidup populer, video dan unggahan dengan tagar “eksplorasi gua di Guizhou” telah ditonton ratusan juta kali.
Para penjelajah muda berjalan masuk ke dalam kawasan lanskap karst di pedesaan, lalu membagikan foto dan rekaman saat memanjat tebing, mendayung papan selancar di sungai bawah tanah, atau sekadar duduk santai sambil menikmati kopi di dalam gua.
“Setiap langkah di dalam gua membawa kejutan yang tak terduga. Saya rela membayar untuk pengalaman seunik ini,” ujar Chang Ting, wisatawan dari Provinsi Shaanxi, Tiongkok bagian barat laut. Setelah menonton video eksplorasi secara daring, Chang berangkat ke Guizhou dan meluangkan dua hari dari tiga hari kunjungannya khusus untuk menjelajahi gua-gua di sana.
Meningkatnya minat ini mendorong industri wisata gua di Guizhou berkembang pesat. Jika sebelumnya hanya menawarkan wahana seluncur tali dan jembatan besi, kini industri ini telah berkembang menjadi layanan yang beragam, mulai dari mendayung papan di sungai bawah tanah, berkemah di dalam gua, mencicipi kopi, hingga menyelenggarakan konser musik langsung.
Di balik kemajuan ini terdapat sekelompok pengusaha muda yang memilih membangun usaha mereka di tengah keindahan alam bawah tanah Guizhou.
Peng Wei telah bekerja selama lebih dari satu dekade di sebuah perusahaan teknologi besar dan lembaga pemasaran kreatif bertaraf internasional di Shenzhen, Tiongkok bagian selatan, namun lama-kelamaan ia merasa rindu akan pemandangan pegunungan dan sungai kampung halamannya. “Semakin lama saya tinggal jauh, semakin besar rasa rindu itu,” ujarnya.
Dua tahun lalu, teman lama sekaligus penggemar aktivitas luar ruangan bernama Gao Shenghua berkeliling ke berbagai daerah di Guizhou dan muncul gagasan untuk membuka usaha di dalam gua karst.
Pada musim panas tahun lalu, Peng dan timnya akhirnya meresmikan kedai kopi di dalam salah satu gua di Kabupaten Xiuwen, Guizhou. Selama liburan Perahu Naga baru-baru ini, kedai itu mampu menjual rata-rata lebih dari 600 cangkir kopi setiap harinya.
Selain menyajikan kopi, timnya juga sedang mempersiapkan layanan mendayung papan di sungai bawah tanah serta menjajaki kerja sama dengan tempat wisata terdekat.
Pertumbuhan industri ini juga membuka peluang kerja baru bagi pemuda setempat. Lei Yinggui, pemandu gua berusia 23 tahun, memulai pekerjaannya tanpa pengalaman apa pun pada tahun 2021, dan kini telah berkembang menjadi tenaga profesional.
“Dahulu, lulusan jurusan olahraga kebanyakan hanya bisa menjadi pelatih bola basket atau sepak bola. Sekarang kami punya lebih banyak pilihan pekerjaan,” ujar Lei yang bercita-cita menjadi manajer proyek di masa depan.
Namun, karena belum ada standar baku yang berlaku secara menyeluruh, para pelaku usaha harus berhati-hati menjaga keseimbangan antara pengembangan wisata dan pelestarian lingkungan.
Peng menjelaskan bahwa timnya sengaja tidak menggunakan desain yang mencolok agar tidak merusak struktur geologi gua dan mencegah terjadinya pencemaran.
“Guizhou membutuhkan cara untuk mengubah keajaiban alam bawah tanah seperti gua karst menjadi sumber kesejahteraan yang berkelanjutan,” kata Zhang Zaijie, Kepala Lembaga Penelitian Strategi Pembangunan Hijau Tiongkok Bagian Barat.
Hasil survei menyeluruh yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Alam Provinsi Guizhou pada tahun 2025 menunjukkan bahwa jumlah pintu masuk gua karst di provinsi ini telah mencapai 42.800, meningkat dari jumlah sebelumnya yang tercatat sebanyak 25.600.
Pada awal tahun ini, pemerintah Guizhou memulai penelitian awal dan kajian kelayakan untuk menyusun “Peraturan Pengelolaan Gua Provinsi Guizhou”, guna memastikan warisan alam bawah tanah yang sangat luas ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Upaya ini juga sejalan dengan kebijakan nasional. Dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun ke-15 (2026–2030), pemerintah Tiongkok menekankan pentingnya menyediakan produk wisata berkualitas tinggi dengan memanfaatkan kekayaan alam dan budaya daerah, meningkatkan layanan wisata secara menyeluruh, serta memperketat pengawasan terhadap setiap proyek pengembangan pariwisata. Sumber Berita

