评论 (Opini)自杀风险与香港儿童感受不到关爱的隐忧

自杀风险与香港儿童感受不到关爱的隐忧

香港教育局最新公布的儿童自杀数据令人心情沉重。连续三个学年,中小学生疑似自杀个案数量始终居高不下 ——2023 年有 32 宗,2024 年有 28 宗,2025 年则为 31 宗。
尽管政府投入了大量资源,中学也设立了三级应急机制,并开展了多项公众宣传活动,但相关数字依然没有下降。我们必须直面一个严肃的问题:为何我们未能真正守护好下一代?
当然,自杀行为成因复杂,并非单一因素导致。不过,香港大学赛马会防止自杀研究中心等机构的数据均指出,一个能起到关键保护作用的因素,就是稳固且充满支持的家庭关系。
这也正是现实中的矛盾之处。毫无疑问,香港的父母都深爱着自己的孩子:他们接送子女上学、督促完成功课、将周末排满各类兴趣班,还精心规划孩子的未来。在香港养育子女的成本确实非常高昂。然而,走进任何一个家庭,往往都能听到父母无奈的感慨:“我什么都给你了,为什么你还是觉得我不理解你?”
越来越多的研究表明,父母的爱本身并不足够,真正关键的是孩子是否切实感受到这份爱与支持。这就是部分研究者所说的 “亲子认知错位”。令人担忧的是,大量研究文献显示,父母与子女对彼此关系的看法往往存在巨大差异。
这种认知差异,也被称为 “亲子感知差距”,过去一直被视为家庭关系出现问题的重要信号。而对于单亲、重组家庭等近几十年日益普遍的家庭结构而言,情况可能更为复杂。

香港青少年自杀率持续上升

然而,这种认知差距带来的影响,远比我们想象的更为深远。多项针对儿童与青少年的研究发现,这种感知差异不仅与当下的情绪状态直接相关,更是预测其未来心理韧性和学业表现的重要指标。

在近期发表的一项研究中,研究人员对 88 个来自中国内地、子女年龄在 6 至 11 岁之间的家庭进行了观察。研究过程中安排他们完成互动任务,并记录其情绪表达与生理反应。结果十分值得关注:当孩子对亲子关系的亲近感高于父母的自我判断时 —— 也就是孩子的主观感受更为积极时,他们往往表现出更多正面情绪,互动过程也更为融洽愉快。
反之,若父母与子女双方都认为彼此关系疏远,孩子则更容易将压力内化于心,或是通过不当行为向外宣泄。最值得注意的是,亲子间对关系亲密度的认知差距越大,孩子在面对困难任务时调节自身压力的生理能力就越弱。
这说明,孩子主观感受到的亲情亲近感,是其心理层面的 “安全基地”,能让他们更有勇气去探索世界、表达真实的自我。如果我们只站在父母的角度看待亲子关系,便等于忽略了问题的另一半。
另一项针对超过 4000 名香港青少年的调查研究,则进一步补充了相关细节。研究发现,当父母与子女双方都认同家庭情感支持充足时,青少年的情绪状态更为稳定,学业表现也更出色。有趣的是,研究同时指出,青春期的认知差距并非总是负面结果。当女孩对父母支持的感受比父母自身评价更为积极时,她们出现情绪问题的几率反而更低。这种差异可能反映了成长过程中的正常现象,意味着青少年正在逐步学会表达情绪、主动寻求支持,并建立更强的心理自主性。
这两项研究为所有家庭带来了重要启示:孩子成长过程中最需要的养分,从来不是完美的教育规划,而是一段能让他们感受到被看见、被支持、被接纳的亲子关系。
此外,我们针对香港地区遗书内容所做的一项尚未发表的研究也显示,部分年轻人有着自己的人生目标、期待与理想,这些有时与父母或监护人的想法并不一致,进而容易产生强烈的无助感。
代际之间的认知差异本就难以避免。近期发生在太古城的悲剧 —— 一对母女疑似双双轻生 —— 正是一个惨痛的警示,提醒我们当沟通完全中断时,可能会导致怎样的后果。当父母与子女不再交流,或是不愿倾听彼此的心声,最终可能酿成无法挽回的结局。
香港社会应当重视心理健康咨询委员会主席林正财医生近期提出的观点:我们需要面向全体学生开展关怀工作,而非仅关注那些已被认定为高风险的群体。以目前的筛查规模,并非所有存在潜在危机的个体都能被及时发现。
家庭的首要功能,从来不是培养一个 “完美” 的孩子,而是为子女提供稳定的情感支撑。我们必须摆脱 “交易式育儿” 的思维 —— 不再只看重成绩、奖项与升学结果,而是重新聚焦于情感联结。当孩子从心底坚信,无论发生什么,都有人真正理解并接纳自己,他们不仅能顺利度过成长的难关,更会拥有面对未来的勇气、韧性与力量。
让这些数据成为警示,让科学研究提供指引。要让父母的爱真正转化为孩子感受到的爱,靠的不是轰轰烈烈的举动,而是耐心的陪伴、用心的倾听,以及敢于主动询问一句:“你觉得我们之间的关系怎么样?”

作者:

叶兆辉,香港大学防止自杀研究中心创中心主任,香港大学社会工作及社会行政学系教授。研究方向包括自杀预防、人口健康及贫困问题。现任亚洲人口协会秘书长、香港家庭计划指导会研究主席,曾担任香港特区政府中央政策组兼职顾问及人口政策督导委员会成员。

翁小芳,获北京师范大学心理学博士学位,主要研究家庭环境与教养方式对儿童成长发展的影响。多篇论文以第一作者身份发表于《青年与青少年研究》《儿童发展》等国际权威期刊,致力于推动基于实证的干预措施,促进青少年身心健康发展。

Risiko Bunuh Diri dan Bahaya Anak-anak Hong Kong yang Tidak Merasakan Kasih Sayang

Data terbaru mengenai kasus bunuh diri di kalangan anak-anak yang dirilis oleh Biro Pendidikan Hong Kong menimbulkan kekhawatiran mendalam. Selama tiga tahun ajaran berturut-turut, jumlah kasus dugaan bunuh diri di kalangan siswa sekolah dasar dan menengah tetap berada pada angka yang tinggi — yaitu 32 kasus pada tahun 2023, 28 kasus pada tahun 2024, dan 31 kasus pada tahun 2025.

Meskipun pemerintah telah menyalurkan sumber daya yang sangat besar, serta menerapkan sistem tanggap darurat tiga tingkat di sekolah menengah dan mengadakan berbagai kampanye kesadaran masyarakat, angka tersebut tidak menunjukkan penurunan yang berarti. Kita harus menjawab pertanyaan yang sulit: mengapa kita seolah-olah gagal melindungi anak-anak kita?

Tentu saja, bunuh diri adalah fenomena yang kompleks dan tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. Namun, data dari Pusat Penelitian dan Pencegahan Bunuh Diri Jockey Club di Universitas Hong Kong serta lembaga lain menunjukkan satu faktor perlindungan yang sangat kuat: hubungan keluarga yang erat dan penuh dukungan.

Di sinilah letak paradoksnya. Tidak diragukan lagi, orang tua di Hong Kong sangat mencurahkan perhatian dan pengorbanan bagi anak-anak mereka. Mereka mengantar jemput sekolah, membimbing mengerjakan tugas, mengisi akhir pekan dengan berbagai kelas tambahan, serta merencanakan masa depan anak dengan sangat teliti. Biaya membesarkan seorang anak di Hong Kong memang sangat tinggi. Namun, jika kita masuk ke dalam rumah tangga mana pun, sering kali kita mendengar keluhan sedih dari orang tua: “Saya sudah memberikan segalanya untukmu, mengapa kamu masih merasa saya tidak mengerti dirimu?”

Penelitian ilmiah semakin membuktikan bahwa kasih sayang dari orang tua saja tidak cukup. Faktor yang paling menentukan adalah apakah anak benar-benar merasakan kasih sayang dan dukungan tersebut. Inilah yang oleh sebagian peneliti disebut sebagai ketidaksesuaian persepsi antara orang tua dan anak. Hal yang mengkhawatirkan, berbagai kajian menunjukkan bahwa pandangan orang tua dan anak mengenai hubungan mereka sering kali sangat berbeda satu sama lain.

Kesenjangan ini — yang juga dikenal sebagai perbedaan persepsi orang tua-anak — secara tradisional dianggap sebagai tanda bahaya adanya masalah dalam fungsi keluarga. Keadaan ini akan terasa lebih berat bagi keluarga dengan orang tua tunggal, orang tua tiri, dan struktur keluarga serupa yang jumlahnya semakin meningkat dalam beberapa dekade terakhir.
Angka bunuh diri remaja terus meningkat di Hong Kong

Namun, dampak dari kesenjangan ini jauh lebih besar daripada yang kita duga. Berbagai penelitian yang melibatkan anak-anak dan remaja mengungkapkan bahwa perbedaan persepsi ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi emosional saat ini, tetapi juga menjadi indikator kuat bagi ketahanan psikologis dan prestasi akademik mereka di masa depan.

Dalam sebuah penelitian yang baru diterbitkan, para peneliti mengamati 88 keluarga dari Tiongkok Daratan dengan anak berusia antara 6 hingga 11 tahun. Mereka diminta melakukan kegiatan interaktif, sementara ekspresi emosi dan reaksi fisik mereka dicatat. Temuannya sangat jelas: ketika anak merasa hubungan dengan orang tuanya lebih dekat daripada yang dirasakan oleh orang tuanya sendiri — dengan kata lain, ketika pandangan anak lebih positif — anak tersebut menampilkan emosi yang jauh lebih baik serta interaksi yang lebih hangat dan bahagia.

Sebaliknya, ketika baik orang tua maupun anak sama-sama menilai hubungan mereka kurang dekat, anak cenderung menyimpan perasaan negatif dalam dirinya atau justru melampiaskannya ke luar. Yang paling penting terlihat: semakin besar perbedaan pandangan mengenai kedekatan hubungan, semakin lemah kemampuan fisik dan psikologis anak dalam mengatur tekanan saat menghadapi tugas yang menantang.

Hal ini menunjukkan bahwa perasaan dekat secara subjektif bagi anak berfungsi sebagai landasan psikologis yang aman, yang memungkinkan mereka menjelajahi dunia dan mengekspresikan jati diri mereka yang sebenarnya. Jika kita hanya melihat hubungan ini dari sudut pandang orang tua, berarti kita melewatkan setengah dari gambaran sebenarnya.

Penelitian kedua yang melibatkan lebih dari 4.000 remaja di Hong Kong memberikan pandangan yang lebih mendalam. Penelitian ini menemukan bahwa ketika orang tua dan anak sama-sama merasakan adanya dukungan emosional yang tinggi, kondisi emosional remaja menjadi lebih baik dan prestasi belajarnya pun meningkat. Menariknya, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa perbedaan persepsi pada masa remaja tidak selalu berdampak buruk. Ketika anak perempuan merasakan dukungan orang tua lebih besar dibandingkan penilaian orang tuanya sendiri, tingkat masalah emosional yang mereka alami justru lebih rendah. Perbedaan semacam ini bisa menjadi bagian dari proses perkembangan yang sehat, di mana remaja mulai belajar mengekspresikan perasaan, meminta dukungan, dan membangun kemandirian secara psikologis.

Kedua penelitian ini memberikan pelajaran penting bagi setiap keluarga: unsur terpenting dalam pertumbuhan anak bukanlah strategi pendidikan yang sempurna, melainkan hubungan yang membuat mereka merasa diperhatikan, didukung, dan diterima apa adanya.

Selain itu, hasil dari sebuah penelitian yang belum dipublikasikan mengenai catatan terakhir yang ditinggalkan oleh korban bunuh diri di Hong Kong menunjukkan bahwa sebagian anak muda memiliki tujuan, harapan, dan cita-cita hidup mereka sendiri, yang kadang tidak sejalan dengan keinginan orang tua atau wali mereka. Hal ini memunculkan perasaan putus asa yang mendalam.

Perbedaan pandangan antar generasi memang tidak dapat dihindari. Tragedi baru-baru ini di kawasan Taikoo Shing — diduga kasus bunuh diri ganda antara ibu dan anak perempuannya — menjadi pengingat yang menyakitkan akan apa yang terjadi jika komunikasi terputus sepenuhnya. Ketika orang tua dan anak berhenti berbicara atau tidak lagi saling mendengarkan, dampaknya bisa berakibat fatal.

Hong Kong sebaiknya memperhatikan pendapat terbaru dari Dr. Lam Ching-choi, Ketua Komite Penasihat Kesehatan Mental. Kita harus menjangkau seluruh lapisan siswa, bukan hanya memusatkan perhatian pada mereka yang sudah dikategorikan berisiko tinggi. Mengingat cakupan pemeriksaan saat ini, tidak semua individu yang berada dalam kondisi berisiko dapat terdeteksi secara dini.

Fungsi utama sebuah keluarga bukanlah mencetak anak yang sempurna, melainkan menjadi landasan emosional yang stabil. Kita harus meninggalkan pola asuh yang bersifat transaksional — yang hanya menekankan pada nilai ujian, penghargaan, dan kelulusan ke perguruan tinggi — serta kembali memprioritaskan hubungan batin. Ketika seorang anak benar-benar yakin, di dalam hatinya, bahwa apa pun yang terjadi, ada seseorang yang sungguh-sungguh mengerti dan menerima dirinya, maka ia tidak hanya mampu melewati masa-masa sulit dalam pertumbuhan, tetapi juga memiliki keberanian, ketahanan, dan kekuatan untuk menghadapi dunia luar.

Biarkan angka menjadi peringatan, dan biarkan temuan ilmiah menjadi pedoman. Jembatan antara kasih sayang orang tua dan perasaan dicintai oleh anak tidak dibangun melalui tindakan besar-besaran, melainkan melalui kesabaran, keinginan untuk mendengarkan, serta keberanian untuk bertanya dengan tulus: “Bagaimana perasaanmu tentang hubungan kita?”

Penulis:

Paul Yip, pendiri dan direktur Pusat Penelitian dan Pencegahan Bunuh Diri di Universitas Hong Kong, sekaligus profesor di Departemen Pekerjaan Sosial dan Administrasi Sosial universitas tersebut. Bidang penelitiannya meliputi pencegahan bunuh diri, kesehatan masyarakat, dan studi kemiskinan. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Kependudukan Asia serta Ketua Penelitian di Asosiasi Keluarga Berencana Hong Kong. Ia juga pernah menjadi anggota tim penasihat lembaga kebijakan pusat dan anggota Komite Pengarah Kebijakan Kependudukan pemerintah Hong Kong.

Xiaofang Weng, meraih gelar doktor di bidang psikologi dari Universitas Normal Beijing. Penelitiannya berfokus pada bagaimana lingkungan keluarga dan pola asuh memengaruhi perkembangan anak. Karya ilmiahnya telah dimuat sebagai penulis utama dalam jurnal terkemuka seperti Journal of Youth and Adolescence dan Child Development. Ia berupaya mengembangkan pendekatan berbasis bukti ilmiah untuk meningkatkan kesejahteraan generasi muda. Sumber Opini

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

班索特指出残障人士受教育权保障仍存差距

印尼国会专业集团党议员、第 15 届人民协商会议主席班邦・苏萨特约(班索特)指出,尽管宪法与多项法律已明确保障残障人士享有平等受教育权,但在国家教育体系的实际落实中仍存在明显差距。目前仍有大量残障儿童因设施不便、特教老师不足、政策执行不力及社会偏见等因素,难以获得优质、安全且包容的教育机会。 中央统计局 2025 年数据显示,印尼残障人士约达 1780 万人,占总人口 2.17%。其中 5...

前教育部长纳迪姆向司法委员会举报四名法官

前教育、文化、研究与技术部长纳迪姆・马卡里姆,通过代理律师正式向司法委员会提交举报,指控雅加达中央腐败刑事法院的四名法官涉嫌违反职业道德规范。 纳迪姆的律师阿里・优素福・阿米尔表示,举报针对合议庭庭长普尔万托・S・阿卜杜拉及三名成员苏诺托、埃里斯曼和马尔迪安托斯,他们此前一致裁定纳迪姆有罪。持不同意见的法官安迪・萨普特拉则未被举报。 律师称,判决本身属于法官权限,但审理过程中存在事实被歪曲、关键证据未被采纳等问题,因此举报附带了具体证据,旨在纠正程序中的不当行为。纳迪姆的妻子弗兰卡也表示,丈夫自 2025 年 9 月 4 日被羁押以来,始终尊重司法程序,如今只希望获得公正裁决。 司法委员会证实已收到举报,并表示将按照规定对内容进行分析与核查,若发现违规行为,将依照既定程序进一步处理。 雅加达中央地方法院方面则回应称,任何公民均有权依法举报涉嫌违规行为,目前法院尚未收到正式通知,不便发表更多评论。 Nadiem Makarim Laporkan...

Sarwendah 做好应对 Ruben Onsu 子女抚养权诉讼的准备

在 Ruben Onsu 向雅加达南区地方法院提起子女抚养权诉讼后,Sarwendah 表示将全力捍卫自己对孩子的抚养权。 Sarwendah 的代理律师亚伯拉罕・西蒙证实,其当事人早已做好充分准备,愿意采取一切法律途径维护权利。“她作为母亲,愿意为孩子付出一切,并且至今仍在努力工作,保障孩子们的生活所需,尽到应尽的责任。” 另一位代理律师克里斯・萨姆・西乌也表示,他们将提交完整证据与证人,证明 Sarwendah 才是最适合获得抚养权的一方。 Ruben Onsu...

合约到期换经纪公司,刘亚仁复出传闻再起引热议

演员刘亚仁复出的传闻再度引发热议,早前关于他有望出演新片《吸血鬼》的消息也重新受到关注。 本周二,经纪公司 UAA 向媒体证实,与刘亚仁自 2014 年起的专属合约已正式到期。随后有消息称,他可能转投由权志龙等艺人所属的银河公司,该公司近年陆续吸纳了金钟国、泰民、宋康昊等多位知名演员与歌手。 去年 7 月 3 日,刘亚仁因涉毒案件被判处有期徒刑一年,缓期两年执行。沉寂期间,换公司的消息与复出猜测同步传开,尤其让他与导演张宰贤新片《吸血鬼》的合作传闻再次成为焦点。 张宰贤曾执导《破墓》《黑司祭们》等热门影片,新作《吸血鬼》是一部以吸血鬼为主题的原创故事。去年底有报道称,刘亚仁正在洽谈参演事宜,但当时...

ADOR 仅向 NewJeans 成员 Danielle 提起诉讼,其他成员海外行踪引发复出猜测

ADOR 娱乐公司近日在法庭上说明,为何仅针对女子组合 NewJeans 成员 Danielle 提起损害赔偿诉讼,而与此同时,其他成员多次在海外被拍到,引发外界对组合可能重启活动的猜测。 首尔中央地方法院于周四举行了 ADOR 对 Danielle、其家人及前代表理事闵熙珍提起的索赔案第三次庭审。此前,ADOR...

新加坡短片《Buah》斩获棕榈泉国际短片节最高荣誉

新加坡短片《Buah》(马来语意为 “果实”)在今年的棕榈泉国际短片节上荣获 “最佳影片” 大奖,这是该知名短片电影节的最高荣誉。本届影展于 6 月 23 日至 29...

短剧行业遭 AI 冲击,演员徐鹏返乡卖菜求生

人工智能取代人类工作的话题近年持续引发热议,如今这一趋势也波及影视行业。中国演员徐鹏原本在短剧领域事业蒸蒸日上,却因 AI 制作的普及而失去演出机会,最终回到山东农村老家,在集市帮祖父卖菜维生。 30 岁的徐鹏毕业于中央戏剧学院,曾因在多部热门短剧中饰演 “霸道总裁” 一角走红。2025 年短剧行业爆发期,他每天拍戏长达 15 至...

富川国际奇幻电影节迎来 30 周年,展映影片数量创新高

韩国规模最大的类型电影盛事 —— 富川国际奇幻电影节(BIFAN)即将开幕,为期 11 天的活动将展映创纪录的 321 部影片。 今年恰逢电影节创立 30 周年,活动将于...

八字分析:拓展建筑事业的最佳时机

发展事业不仅需要充足资金,更要把握合适时机。许多创业者在扩大经营前,会参考传统八字命理进行评估。 风水网站 fengshui.co.id 创始人方裕立分析了来自莫佐克尔托的建筑承包商赫尔马万的命盘。赫尔马万出生于 1990 年 4 月 14 日凌晨...
- Advertisement -spot_img