UncategorizedObituari: Prof Ir Happy Ratna Sumartinah, Lima Hari Terakhirnya Masih Mengajar

Obituari: Prof Ir Happy Ratna Sumartinah, Lima Hari Terakhirnya Masih Mengajar

JAKARTA (13/6/2024), AMUNISI.CO.ID — Wanita yang selalu berpenampilan dan bertutur kata sederhana ini bernama Happy. Lengkapnya Happy Ratna Sumartinah. Namun prestasinya di bidang arsitektur dan pendidikan, khususnya di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, cukup cemerlang.

Dua sahabat sejak TK tahun 1952, Roosida dan Happy Ratna.

Arsitek yang mendapat gelar Bachelor di ITS tahun 1975 itu meraih Ph.D-nya di University of Queensland Australia tahun 1988. Delapan tahun sebelumnya menggondol gelar Master juga di Negeri Kanguru itu, tepatnya di University of New South Wales.

Prof.Ir.Happy Ratna Sumartinah, MSc, Ph.D.

Berpulangnya ke Rahmatullah Prof. Happy Ratna Sumartinah lebih sepekan yang lalu, masih menyisakan cerita mengharukan, sekaligus mengagumkan di kalangan keluarga maupun sahabat yang ditinggalkannya.

“MBak Happy itu baru saja selesai mengajar mahasiswanya secara on line waktu saya bersilaturahim ke rumahnya Jumat 31 Mei yang lalu,” tutur Kun Iswari sahabat Happy sesama alumni SMA Negeri 3 Malang tahun 1965 kepada Amunisi.co.id, Kamis (13/6/2024).

Rumah Prof Happy di Jl Humaniora B/14, ITS Sukolilo Surabaya, sementara tempat tinggal Kun Iswari juga di Kota Pahlawan tersebut namun beda kelurahan..

Sementara Siti Roosida yang tinggal di Jakarta Selatan Jumat (14/6/2024) menuturkan, ia merasa kehilangan seorang sababat setia dengan meninggalnya Happy.

“Saya kenal Happy sejak sekolah TK tahun 1952 di Malang. Waktu SMP Negeri 1 kami sering berboncengan sepeda pulang sekolah,” tutur Roosida.

Persahabatannya dengan Happy sampai di SMA Negeri 3 Malang bahkan hingga kuliah di ITS Surabaya walau beda jurusan. Namun Roosida yang mengambil jurusan Kimia Industri itu dropped out dan hijrah ke Jakarta tahun 1969 ikut suaminya Mas Oendjiono.

Yang diherankan Ida Roosida, sampai beberapa hari sebelum meninggal dunia, Happy Ratna sebagai sahabat masih WA-an dengannya. “Ia menanyakan berapa bungkus atau box bikin nasi Jumat Berkahnya,” tutur Ida Roosida yang biasa membuat puluhan sampai ratusan bungkus nasi plus lauk Jumat Berkah bersama kemenakannya. Nasi Jumat Barokah itu biasanya untuk panti sosial atau masjid di Jakarta Selatan. Tak terkecuali Jumat (14/6) ini tadi dia dan kemenakannya membikin 470 box nasi Jumat Barokah.

Yang dikenang Roosida, sahabatnya yang satu itu senang warna putih dalam berbusana. Rok dasar putih motif polkadot hitam yang sering dikenakan Happy menunjukkan keugahariannya.

Ir. Sai’in teman Happy yang tinggal di Malang lain lagi. Ia mengenang Happy yang berpuluh tahun menjadi pengajar ITS itu sebagai sahabat yang peduli dengan minatnya.

“Saya pernah dihadiahi mBak Happy buku Tafsir Al Qur’an,” ujar H. Sai’in lulusan FT jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya Malang itu. Setelah pensiun Saiin memang tekun mempelajar isi Al Quran bersama isterinya, Purwati.

Sedangkan Harjo teman SMA Happy yang kini tinggal di Jakarta Timur menyatakan keheranannya. Sebab pekan lalu selama beberapa hari selalu terbayang saat di Bandung setelah tamat SMA tahun 1965.

Waktu itu bermain ke rumah Happy di Jl Setiabudi kawasan Dago, Bandung. “MBak Happy menunjuk Gedung Sate di kota bawah yang terlihat dari rumahnya. Waktu itu hadir Pak Sumartono, ayah mBak Happy,” tuturnya.

Menurut Harjo, gara gara bersepeda onthel dari Gang Kebon Salak dekat Tegalega menanjak ke Dago itulah dia melihat sendiri Pasar Balubur untuk pertamakalinya.
Pasar itu sering disebut dalam cerita Si Didi yang terdapat dalam buku Bahasaku ketika sekolah di SR, sekarang SD tahun 1950-an akhir.

Harjo melanjutkan ceritanya, ketika ia bekerja di Harian Berita Buana di Jakarta tahun 1980 melihat foto Happy Ratna Sumartinah mengenakan toga saat di University of New South Wales. Foto hitam putih ukuran super jumbo itu merupakan lampiran dari press release yang dikirim oleh Kedubes Australia. “Wah mBak Happy sudah sampai Australia,” komentar Harjo bangga.

Ketika kabar wafatnya Prof Happy muncul di grup WA Paguanama (Paguyuban Alumni SMA Negeri 3 Malang Tahun 65), Rabu (5/6/2024) yl, telah membuat anggota grup WA tersebut kaget.
Agaknya kehadiran Happy di Reuni Paguanama 5-7 September 2023 di sebuah hotel di Manyaran Surabaya merupakan yang terakhir kali dapat santap pagi sambil ngobrol bersama alumni SMA Negeri 3 Malang tahun 1965.

Proses pengurusan jenazah Happy begitu cepat. Hari itu juga setelah disucikan, dan disolatkan serta mendapatkan penghormatan di kampus ITS, jenazah Happy diberangkatkan ke TPU Keputih Surabaya untuk dimakamkan.

Budi Astuti dan Sulastri mmewakili seluruh anggota Paguanama hadir di acara pemakaman tersebut.

“Sebelum jenazah mBak Happy datang, saya dan mBak Budi Astuti sudah di TPU Keputih lebih dulu. MBak Happy dimakamkan menumpang di makam suaminya, Mas Santo yang wafat tahun 2007 yang lalu,” tutur Sulastri melalui WA Jumat (14/6/2024).

Tertulis di nisan lama itu Prof.Ir.H.Mas Santosa, Lahir 11 Juni 1947, wafat 25 April 2007.

Setelah pemakaman, terpancanglah di belakang nisan lama sebuah nisan baru warna putih yang lebih tinggi

Tulisannya juga singkat bersahaja.
Happy Ratna,
L : 2-2-1946
W: 5-6-2024.

Kedua putra Bu Happy Santosa, Sanno dan Satya bersama istri dan anaknya terlihat tekun berdo’a di pusara tersebut.

Inna lillahi wainna ilaihi roji’uun.
Selamat berbahagia MBak Happy yang telah bersatu kembali dengan Mas Santo, bersama menghadap Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (PRI)

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...

Kesatuan Nusantara Meriahkan Harlah HIPWIN ke-5 dan HUT RI ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur

AMUNISI.CO.ID, JAKARTA — Ormas Kesatuan Nusantara turut memeriahkan peringatan...

Puncak Acara HUT Ke-81 RI di RW 03 Malaka Jaya Meriah: Lurah Ingatkan Bahaya Kebakaran

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun...

Festival Batu Penggilingan IV Hidupkan Kembali UMKM, tetapi Penyuluhan Sejarah Harus Berlanjut

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Festival Batu Penggilingan yang diinisiasi anggota...

Upacara HUT RI ke-81 di SMAN 3 Manado: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berinovasi dan Berprestasi

MANADO, AMUNISI.CO.ID --  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

迎接印尼独立 81 周年 哥打莫巴古第一国立职业学校举办校内竞赛活动

为迎接印度尼西亚共和国独立 81 周年,哥打莫巴古第一国立职业学校(SMKN 1 Kotamobagu)近日举办一系列校内学生竞赛活动。2026 年 8 月 11...

巩固工作计划,印尼郑氏宗亲会(PMZI)完善组织架构及总主席选举章程

印尼郑氏宗亲会(PMZI)理事会于2026年7月10日(星期五)在雅加达北部西帕德芒岸(Pademangan Barat)区的郑瑞强(Zheng Rui Qiang)府邸举行了一场非正式会议。 本次会议自印尼西部时间13:00持续至19:30,旨在制定并完善各项战略工作计划要点,以便日后与印尼郑氏宗亲会总主席共同召开会议进行讨论。 共有八位理事代表出席了此次会议,分别是:郑瑞强(Zheng Rui Qiang)、郑西杰(Zheng Xi Jie)、郑文江(Zheng Bun...

陈永辉在埃迪・萨德利告别仪式上朗诵普图・奥卡・苏坎塔诗作

在送别知名人士埃迪・萨德利的场合上,陈永辉现场朗诵了一首题为《埃迪・萨德利:风雨无阻的情谊》的诗作,以此表达对逝者的追思与敬意。 这首诗由埃迪・萨德利的挚友 —— 诗人普图・奥卡・苏坎塔专门创作,字里行间满是二人历经岁月考验、不受风雨寒暑影响的深厚情谊。陈永辉以真挚的情感、沉稳的语调完成朗诵,让在场众人得以透过文字,重温埃迪・萨德利生前的品格与他和友人之间珍贵的情感联结。 普图・奥卡・苏坎塔的诗作情感饱满、意象真切,既饱含对友人离去的不舍,也赞颂了这份跨越时光、始终如一的真挚友谊,为这场告别仪式增添了一份深沉而动人的诗意。 献给艾迪·萨德利 友谊,不因风雨与烈日而褪色 我们相识于雅加达芒加勿刹(Mangga Besar)的一所房子里, 那是二十世纪七十年代, 当“新秩序”政权正凶猛横行, 践踏着人性的岁月。 那是我们第一次相见, 这份情谊, 一直延续到他生命最后的一次呼吸。 他给予的是理性的勇气; 他向我伸出援手, 把我, 以及许多我所认识的人, 从漆黑的泥沼中拉了出来, 也帮助我们渡过人生惊涛骇浪。 有时, 艾迪·萨德利像一根鞭子, 催人奋进; 有时, 他又像盲人的白手杖, 给予方向与依靠; 有时, 他更像一道光, 照亮前路。 艾迪兄啊, 你是一位耕耘土地、播撒种子的农夫; 到了收获的季节, 你总是邀请众人共享丰收。 一路走好,艾迪兄。 愿你在新的世界里, 永享安乐。 ——普图·奥卡·苏坎塔 2026年7月19日,雅加达·拉瓦芒贡(Rawamangun) Welli Martani (Chen Yong Hui) Membacakan...

美军夜袭伊朗基础设施 造成 8 死 20 伤

伊朗国家通讯社周五通报,美军于周四夜间至周五清晨对伊朗多省基础设施发动袭击,已造成 8 人死亡、20 人受伤。 伊朗卫生部表示,本月美军新一轮袭击累计已造成 38 人死亡、超 400 人受伤,遇难及伤者中包含多名妇女与未成年人,目前仍有 47...
- Advertisement -spot_img