UncategorizedVihara Dharma Bhakti Awal Kehadiran Etnis Tionghoa di Kampung Pecinan Glodok

Vihara Dharma Bhakti Awal Kehadiran Etnis Tionghoa di Kampung Pecinan Glodok

Vihara Dharma Bhakti di Jalan Kemenangan III, Petak Sembilan, Jakarta Barat, menandakan awal mula kehadiran warga keturunan etnis Tionghoa di Kampung Pecinan Glodok, Jakarta Barat. Vihara itu kini sudah berusia selama tiga abad lebih.

Luasnya mencapai 3.200 meter persegi lebih. Vihara itu menjadi simbol Chinatown di Batavia (sekarang Jakarta) sejak era pendudukan kolonial Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC).

Vihara Dharma Bhakti saksi bisu atas sejarah pembantaian orang Tionghoa oleh tentara kolonial VOC. Pada saat itu, vihara yang bernama Guan Yin Ting, tak lepas dari amukan tentara Belanda dengan membakarnya.

Belum ada sumber sejarah yang jelas mengenai pembantaian warga keturunan Tionghoa di Kampung Pecinan. Akan tetapi, sejarah pembantaian dan pembakaran vihara itu terjadi pada tahun 1740.

Pendiri Yayasan Vihara Dharma Bhakti Tirto Hubaya Wiguno mengatakan, vihara itu dibangun pada tahun 1650 oleh Letnan Guo Xun-Guan. Ia mengisahkan, berdirinya vihara di Glodok, Jakarta itu bersamaan dengan terbentuknya perkampungan yang didiami oleh keturunan Tionghoa, yang sekarang dikenal dengan sebutan Kampung Pecinan Glodok.

Setelah Vihara Dharma Bhakti mendapat musibah pada 1740, kemudian direkonstruksi oleh warga setempat dipimpin oleh Kapiten Oey Tjie pada 1755. Kemudian, nama vihara itu berganti nama dari Guan Yin Ting menjadi Jin De Yuan/Kim Tek Ie.

“Vihara ini sudah 300 tahun lebih. Berdirinya vihara ini dari hasil sumbangan warga keturunan Tionghoa yang datang dan menetap di sini. Semua aktivitas vihara diberi oleh warga, jadi kegiatan vihara juga kembali untuk masyarakat,” ujarnya di vihara Dharma Bhakti.

Karena aktivitas di vihara semakin padat, maka Tirto dan keempat rekannya berinisiasi mendirikan organisasi yakni Yayasan Vihara Dharma Bhakti pada 1972. Tujuannya agar pengelolaan vihara bisa lebih maksimal.

Meski bangunan bersejarah itu bercorak Budha, akan tetapi keberadaannya sangat erat bagi warga keturunan Tionghoa di Kampung Pecinan Glodok. Hal itu karena berdirinya vihara tak bisa dilepaskan dengan berdirinya perkampungan keturunan Tiongkok.

Vihara Dharma Bhakti kembali terbakar pada 2 Maret 2015. Tempat bersejarah itu terbakar akibat konsleting listrik. Kondisi itu membuat sejumlah ruangan hangus dan belum dibangun kembali. (Jawapos)

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Polda Sulut Dukung Penuh Program Gubernur Terkait WPR dan IPR untuk Kesejahteraan Masyarakat

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara menyatakan...

UKIT Gelar Wisuda 725 Lulusan Tahun 2026, Rektor Pesankan Awal Pengabdian bagi Bangsa dan Negara

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) menggelar...

Reuni Paguanama 2026, Bertemu Cucu Kelas dan Berkunjung ke Rumah Anggota yang Sakit

MALANG, AMUNISI.CO.ID — Reuni Paguyuban Alumni SMA Negeri 3...

Fakultas Kedokteran Unika De La Salle Resmi Dibuka, Jadi Kado Spesial HUT ke-62 Provinsi Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Program Studi/Fakultas Kedokteran Universitas Katolik (Unika)...

Reuni Paguanama di Malang 22 s/d 24 September 2026 Diikuti Lebih dari 40 Peserta

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Reuni Paguyuban Alumni SMAN 3 Malang...

Gedung Baru PMI DKI Jakarta Diresmikan, Diharapkan Pelayanannya Meningkat

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Kasatreskrim Minahasa Tenggara Iptu Teguh Said Tegaskan Media Adalah Mitra Kerja

MINAHASA TENGGARA, SULUT, AMUNISI.CO.ID — Kasatreskrim Polres Minahasa Tenggara...

Ketua Umum FORSBI Temukan Sepasang Batu Penggilingan Tebu Kuno di Kabupaten Bekasi

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Ketua Umum Forum Silaturahmi Betawi Indonesia...

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...
- Advertisement -spot_img