MALANG, AMUNISI.CO.ID — Reuni Paguyuban Alumni SMA Negeri 3 Malang Angkatan ’65 (Paguanama) berlangsung di Kota Malang pada 22 hingga 24 September 2026.
Acara tersebut diawali pertemuan di rumah anggota bernama Ani Mulyo Santoso di Jl. Raya Langsep 52, Kota Malang, dilanjutkan city tour dengan mengunjungi sekolah SMAN 3 di Jl. Sultan Agung, bertemu dengan Kepala Sekolah Sasongko dan seorang guru Edy Efi beserta para siswa yang sedang istirahat di luar kelas.

“Kami alumni sekolah ini tahun 1965 dan sedang reuni di kota ini, Pak,” kata Jossie Kantijoso selaku pendiri Paguanama kepada kepala sekolah tersebut.
“Tahun 1965 ya? Saya lahir tahun 1964. Waktu itu masih bayi,” jawabnya sambil tersenyum.
Kemudian rombongan Paguanama berfoto bersama kepala sekolah dan guru serta belasan siswa SMAN 3 yang bisa disebut cucu kelas Paguanama. “Kalau selisih 2 atau 3 tahun memang disebut adik kelas. Ini selisih puluhan tahun,” kata seorang anggota Paguanama.
Sesi foto dari lingkungan sekolah merambah lokasinya ke Alun-alun Bunder dengan tugunya di tengah kolam yang dipenuhi daun dan bunga teratai bagaikan mengambang. Di sebelah selatan berdiri Balai Kota Malang. Sedang di pinggir jalan melingkar berdiri pohon-pohon trembesi besar yang rindang, masih seperti 60-an tahun silam.

Hari kedua rombongan Paguanama berwisata ke Lembah Indah Malang di Ngajum kawasan Gunung Kawi. Hawa sejuk dan pemandangan menawan membuat peserta reuni lupa usia. Banyak dari mereka naik tangga ke tempat ketinggian mencari spot yang menawan untuk berfoto bareng atau selfie.
Dilanjutkan ke rumah anggota Paguanama Budiono Trunoyudho di desa Tempursari, Donomulyo untuk makan siang dan saling cerita. Malamnya ke Batu berwisata kuliner.
Tampak Budi Astuti dan Sulastri memilih menu ikan dan tahu kecap. Sementara Issoe Hanggowo karena kondisi giginya yang sudah banyak tanggal memilih lauk yang empuk.
“Di sini yang paling muda ya Sugeng Prapto,” kata Issoe menunjuk pensiunan dokter Polri itu. Dia kelahiran tahun 1948 sementara yang lain rata-rata sudah menginjak usia 80 tahun. Usai makan malam sebagian lansia tersebut minum obatnya masing-masing.
Acara puncak reuni ini dilangsungkan di Hotel Gajahmada Graha, depan sekolah SMPN 3 Malang pada Rabu (23/9) malam. Di hotel itulah sebagian besar peserta luar kota dan panitia menginap.
“Semua peserta reuni 45 orang, termasuk generasi penerus putra-putri anggota yang aktif menjadi panitia,” kata Dody Hendro Purwantoro kepada Amunisi.co.id, di Malang, Jumat (25/9/2026).
Pada acara puncak temu kangen dan ramah tamah Rabu malam (23/9), Ketua Paguanama Malang Bambang Sugiarto dalam sambutannya menyatakan bangga dan bahagia karena generasi penerus putra-putri anggota Paguanama aktif ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Ini harus berlanjut. Memang seumur kita sekarang butuh bantuan, butuh pendamping,” tandasnya.
Ketua Panitia Doddy Hendro menjelaskan Ani putri almarhum Mulyosantoso, Sundoro putra almarhumah Moelifah, Nengah dan Nova yaitu putra dan menantu Istiningsih sangat aktif dalam kegiatan reuni ini.
“Pembawa acara Nita putri Faridar dan Ajeng putri Hendro Dody juga aktif di kepanitiaan ini,” tambah Hersusilowati selaku panitia.
Hari terakhir acaranya kunjungan ke rumah alumni yang sedang sakit. Rombongan dibagi 4 kelompok. Kelompok pertama Sulastri, Prof. Dr. Syaifuddin Noer dkk. ke rumah Saiin. Walau menyambut tamunya dengan ramah, namun Saiin tidak ingat satu per satu yang menyalami dan memeluknya. “Lho iki sopo?. Sik talah,” ucapnya. Maka tampil istrinya menjelaskan.
Rombongan kedua mengunjungi Tien Roekani yang sudah lama sakit di rumahnya. “Dia sudah tidak ingat siapa-siapa lagi,” tutur Adri Mursini yang ikut rombongan tersebut dan dibenarkan Kun Iswari.
Rombongan ke-3 diketuai dr. Faridar Munaf mengunjungi Koesmadji yang vertigo. Dan rombongan ke-4 terdiri dari panitia Susi dan Hendro mengunjungi Tjoa Susanto. “Tjoa hanya di tempat tidur saja,” kata Hendro kepada Amunisi.co.id, Jumat (25/9). Dia dikunjungi sudah sore karena salah info bahwa Kamis itu periksa ke dokter. (PRI)
2026年 Paguanama 校友重聚:重逢“重孙辈”学弟学妹并探望患病校友
amunisi.co.id,玛琅 — 玛琅第三公立高中(SMAN 3 Malang)1965届校友会(Paguanama)重聚活动于2026年9月22日至24日在玛琅市举行。
活动首先在校友 Ani Mulyo Santoso 位于玛琅市 Langsep 大街52号的家中集合,随后展开市区游览。校友们前往位于 Sultan Agung 路的母校 SMAN 3 参观,拜访了 Sasongko 校长、Edy Efi 老师以及课间在教室外休息的学生们。
Paguanama 创始人 Jossie Kantijoso 向校长介绍道:“校长先生,我们是这所学校1965届的毕业生,这次专门回到玛琅聚会。”
校长笑着回答:“1965年吗?我是1964年出生的,那时候我还是个婴儿呢。”
随后,Paguanama 代表团与校长、老师以及十几位被亲切称为“重孙辈”学弟学妹的 SMAN 3 在校生合影留念。一名 Paguanama 成员感叹道:“相差两三岁可以叫下届学弟学妹,这相差了足足几十年。”
合影环节从校园延伸至环形广场(Alun-alun Bunder),广场中央池塘里的荷花宛如漂浮在水面上,塔楼高耸。南侧矗立着玛琅市政厅,环形道路旁伫立着高大茂密的雨树,风采不减六十多年前。
活动第二天,Paguanama 代表团前往位于 Gunung Kawi 地区的 Ngajum 景点 Lembah Indah Malang 游览。清爽的气候与宜人的景色让参与聚会的校友们忘记了年龄,许多人攀登台阶前往高处寻找最佳拍照点合影或自拍。
随后,代表团前往位于 Tempursari, Donomulyo 村的校友 Budiono Trunoyudho 家享用午餐并叙旧。晚上则前往巴图(Batu)品尝特色美食。
现场可以看到 Budi Astuti 和 Sulastri 选择了鱼肉和酱油豆腐,而 Issoe Hanggowo 则因为牙齿掉落较多选择了较软的菜肴。
“这里最年轻的就是 Sugeng Prapto 了,”Issoe 指着这位印尼国家警察退休医生说道。他出生于1948年,而其他校友平均年龄已踏入80岁大关。晚餐结束后,几位老人纷纷服用各自的随身药品。
本次重聚的重头戏于周三(9月23日)晚上在玛琅第三初级中学(SMPN 3 Malang)对面的 Gajahmada Graha 酒店举行。大部分外地来的校友和筹委会成员均入住该酒店。
筹委会负责人 Dody Hendro Purwantoro 于周五(2026年9月25日)向 amunisi.co.id 表示:“本次聚会共有45名参与者,其中包括积极加入筹委会的校友第二代子女。”
在周三晚上的核心叙旧晚会上,玛琅 Paguanama 主席 Bambang Sugiarto 在致辞中表示,看到校友们的子女积极参与并承担筹备工作,他感到非常自豪与高兴。
他强调:“这种传承必须延续下去。以我们现在的年龄,确实非常需要帮助和陪伴。”
筹委会主席 Doddy Hendro 介绍道,已故 Mulyosantoso 之女 Ani、已故 Moelifah 之子 Sundoro,以及 Istiningsih 之子 Nengah 和儿媳 Nova 在本次聚会活动中表现十分积极。
筹委 Hersusilowati 补充道:“主持人 Nita(Faridar 之女)和 Ajeng(Hendro Dody 之女)也在筹委会中发挥了重要作用。”
活动最后一天安排了探望患病校友的行程,代表团分为4个小组。第一组由 Sulastri、Syaifuddin Noer 教授等人组成,前往 Saiin 家中探望。虽然 Saiin 热情地接待了客人,但已经无法认出一位位握手拥抱他的同窗,用爪哇语询问:“这是谁呀?等一下。”其妻子随后上前帮忙解释。
第二组探望了长期卧病在床的 Tien Roekani。参与该组的 Adri Mursini 表示:“她已经认不出任何人了。”这一说法也得到了 Kun Iswari 的证实。
第三组由 Faridar Munaf 医生带队,探望了患有眩晕症的 Koesmadji。第四组由筹委 Susi 和 Hendro 组成,探望了 Tjoa Susanto。
Hendro 于周五(9月25日)向 amunisi.co.id 表示:“Tjoa 只能长期卧床。”由于此前收到错误信息以为他周四要看医生,因此直到下午才前往探望。


