UncategorizedMuseum Tekstil Dikunjungi 21.500 Orang, 800 Batik Koleksi Ibu Eiko Kusuma Diboyong

Museum Tekstil Dikunjungi 21.500 Orang, 800 Batik Koleksi Ibu Eiko Kusuma Diboyong

JAKARTA (26/12/2022), AMUNISI.CO.ID – Selama tahun 2022 hingga Desember ini Museum Tekstil di Jalan KS Tubun Nomor 2 dan 4 Jakarta Barat telah dikunjungi lebih 21.500 orang wisatawan. Tercatat sampai akhir November jumlah pengunjungnya mencapai 21.276 orang.

 

Alat pintal serat. (DOKUMEN PRI)

Dari jumlah tersebut bulan Oktober grafik jumlah pengunjungnya mencapai puncak kurva yaitu 4.222 orang. Sedangkan November turun menjadi 3.881 orang, sementara September hanya 1.966 orang.

Kain serat warna alami karya Ni Made Sutari. (DOKUMEN PRI)

“Hari libur Natal kemarin Museum Tekstil tetap buka seperti biasa. Jumlah pengunjungnya hanya 35 orang. Tetapi hari Sabtu (24/12) ada 99 orang,” kata Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Museum Tekstil Jakarta, Dewie Novie di kantornya, Senin (26/12/2022).

Dari sekian banyak pengunjung Museum Tekstil itu diakui Dewie Novie tidak sedikit yang mengikuti workshop yang diselenggarakan museum. Di antaranya workshop membatik, ikat celup, dan pewarnaan alami atau ecoprint. “Berapa jumlahnya? Harus dihitung dulu,” katanya.

Mengenai banyaknya pengunjung di bulan Oktober, diperkirakan karena ada pameran temporer di museum tersebut sejak 12 Oktober, berkaitan dengan peringatan Hari Batik Nasional 2022. Waktu itu dibuka Pameran Batik Nitik yang berlangsung sampai 22 November 2022.

Dalam pameran Batik Nitik tersebut sebanyak 80 kain batik koleksi pilihan kolektor ternama dipajang di ruang pamer. Di antaranya koleksi Afif Syakur, Sri Murniati Widodo AS, Jultin H Kartasasmita, Tumbu Astriani Ramelan, dan koleksi Almarhumah Eiko Adnan Kusuma yang sudah dihibahkan kepada Museum Tekstil.

Dalam kesempatan itu Kepala Unit Museum Seni Jakarta, Sri Kusumawati mengungkapkan sebanyak 1.100 kain batik dan 400 kain tenun ikat milik Almahumah Ny Eiko Adnan Kusuma dihibahkan ke Museum Tekstil UP Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

Berkaitan dengan itu hingga Desember ini menurut Dewie Novie, baru sekitar 800- an atau tepatnya 794 kain batik koleksi Ibu Eiko Adnan Kusuma yang sudah diboyong dari rumah Indradjaya Dalel (Anak menantu Ny Eiko Adnan Kusuma di Kebagusan II) ke Museum Tekstil.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Informasi dan Edukasi UP Museum Seni Jakarta Ardi Hariyadi SSn mengakui belum semua koleksi Ibu Eiko Adnan Kusuma yang dihibahkan tersebut diangkut ke Museum Tekstil. “Sebab kita harus menyiapkan tempatnya terlebih dulu sesuai persyaratan koleksi tersebut,” ujarnya.

Karena itu kata Ardi, pengambilan sisa koleksi Ny Eiko Kusuma yang masih ada di Kebagusan akan dilakukan tahun 2023 mendatang.

Menurut.Ardi, setelah Pameran Batik Nitik berakhir 22 November, hari berikutnya di tempat yang sama dilanjutkan dengan Gelar WaSaNesia (Warna Alam dan Serat Alam Indonesia). Pameran ini diselenggarakan Unit Pengelola Museum Seni Jakarta bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dan Perkumpulan Warna Alam Indonesia (WARLAMI).

“Pameran ini masih terbuka untuk umum hingga akhir tahun 2022,” imbuh Ardi. Pada pameran WaSaNesia tersebut tampak dipajang mesin mesin tenun maupun pemintal serta gulungan benang serat alami.

Kain-kain tradisional maupun berbagai bentuk kerajinan seperti topi, tas, sandal maupun busana yang terbuat dari serat dengan pewarna alami dipajang di ruang pamer utama, maupun di ruang ruang pamer spesial.

Warlami, Perkumpulan Warna Alami Indonesia pada pameran itu, membuka stand khusus yang memberikan pengertian kepada pengunjung tentang pewarnaan alami. Sekaligus menjual contoh pewarna alami.

Di sana ada peta tanaman atau vegetasi pewarnaan alami di lahan gambut.Misalnya di Provinsi Riau ada 14 tanaman untuk pewarnaan. Di antaranya mangrove untuk pewarna coklat, daun ketapang untuk warna kuning kehijauan dan kulit batang jengkol untuk warna coklat tua.

Di Sumatra Selatan ada delapan vegetasi antara lain tanaman jati untuk warna pink dan abu abu, samak untuk warna coklat, mahoni untuk coklat muda dan krem. Sedang di Kalimantan Selatan ada delapan tanaman pewarna alami di antaranya tegeran untuk warna kuning, coklat, ketapang untuk hijau dan kuning, jelawe untuk coklat, hitam dan secang untuk pink maupun ungu.(PRI).

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Reuni Paguanama di Malang 22 s/d 24 September 2026 Diikuti Lebih dari 40 Peserta

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Reuni Paguyuban Alumni SMAN 3 Malang...

Gedung Baru PMI DKI Jakarta Diresmikan, Diharapkan Pelayanannya Meningkat

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Kasatreskrim Minahasa Tenggara Iptu Teguh Said Tegaskan Media Adalah Mitra Kerja

MINAHASA TENGGARA, SULUT, AMUNISI.CO.ID — Kasatreskrim Polres Minahasa Tenggara...

Ketua Umum FORSBI Temukan Sepasang Batu Penggilingan Tebu Kuno di Kabupaten Bekasi

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Ketua Umum Forum Silaturahmi Betawi Indonesia...

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...

Kesatuan Nusantara Meriahkan Harlah HIPWIN ke-5 dan HUT RI ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur

AMUNISI.CO.ID, JAKARTA — Ormas Kesatuan Nusantara turut memeriahkan peringatan...

Puncak Acara HUT Ke-81 RI di RW 03 Malaka Jaya Meriah: Lurah Ingatkan Bahaya Kebakaran

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun...

Festival Batu Penggilingan IV Hidupkan Kembali UMKM, tetapi Penyuluhan Sejarah Harus Berlanjut

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Festival Batu Penggilingan yang diinisiasi anggota...

Upacara HUT RI ke-81 di SMAN 3 Manado: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berinovasi dan Berprestasi

MANADO, AMUNISI.CO.ID --  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...
- Advertisement -spot_img